12

5 Pesan Moral dalam Drama Korea Familiar Wife yang Perlu Kamu Ketahui!

5 Pesan Moral dalam Drama Korea Familiar Wife yang Perlu Kamu Ketahui- Yang namanya pernikahan tidak seindah yang dibayangkan jika masih mementingkan ego dalam diri kita. Menikah merupakan momen yang sangat istimewa dalam diri manusia, karena di dalamnya telah bersatu dua (2) manusia yang berbeda karakter dan kepribadian dalam sebuah ikatan suci.

Ikatan sucinya juga bukan sejenis ikatan yang terbuat dari tali rafiah atau tali nilon untuk jemuran, talinya itu merupakan penghubung yang semakin mendekatkan kita kepada sang pencipta dengan amalan yang terkandung di dalam sebuah pernikahan.

Kalau lelaki dan perempuan yang bukan muhrim pegang-pegangan tangan mesra, misalnya loh yaaa, itu haram hukumnya, tapi jika sudah menikah, pegangan tangan saja bisa menjadi pahala, apalagi yang lain dan sebagainya yang tak perlu lah gue jabarkan satu persatu yang membuat blog ini tercium sebagai konten vornoh masyaallah. Menikah itu enak kan? hahahaha.

Seperti yang gue katakan pada paragraf pertama, bahwa menikah itu menyatukan dua karakter dan kepribadian yang berbeda, ya wajarlah konflik itu ada! menghadapi satu kepribadian saja kadang mbikin pusing, apalagi dua! Biasanya, konflik terjadi akibat ego yang terpatrit dalam diri kita.

Sama halnya dengan drama Korea Familiar Wife atau Wife That I Know yang tayang pada bulan September 2018 kemarin dan oh sungguh, dramanya menggambarkan tentang pernikahan yang gue bahas pada paragraf  di atas. Bagaimana dua anak manusia yang bersatu dalam ikatan pernikahan namun karena ego yang melekat dalam diri salah satu pasangan yang menyebabkan pernikahan mereka di ambang kehancuran.

Mampukan mereka bertahan?

Familiar Wife mengisahkan pergantian nasib yang dialami Cha Joo Hyuk (Ji Sung), karena tuntutan pekerjaan dan tekanan sang istri, Seo Woo Jin (Han Hye Jin), membuat ia menginginkan kehidupan lain.

Secara ajaib harapannya itu terwujud, memiliki rumah mewah dan istri yang cantik bernama Hye Won (Kang Han Na), juniornya di bangku perkuliahan. Bagi teman-teman yang sudah nonton drama ini pasti bisa merasakan penyesalan Cha Joo Hyuk, karena ternyata rasa cintanya pada Seo Woo Jin masih sangat besar.

Well well, snap snap untuk postingan kali ini, gue tidak akan mereview drama yang membuat penontonnya tersenyum manis dan histeris pada episode terakhir -Familiar Wife-  karena sepertinya review gue akan sama dengan beberapa reviewers drama korea lainnya menyangkut drama ini.

Kendatipun demikian, drama Korea Familiar Wife ini memuat buwanyak pesan moral tentang pernikahan di dalamnya yang bisa kita jadikan bahan introspeksi. Thats why drama ini sungguh recomended bagi teman-teman sekalian yang akan menikah bahwa hello menikah itu bukan cuman sekedar kata ‘ i loph yu pull’ loh yaaa.

Bukan hanya untuk melepas status single menjadi marriage. Bukaaaaan. Menikah ibarat sedang menaiki pesawat. Suami adalah pilot dan istri adalah pramugari rangkap co pilot. Itu definisi menurut gue ;).

5 pesan moral drakor familiar wife

So yeah, inilah dia 5 pesan moral dalam Drama Korea Familiar Wife yang Perlu Kamu Ketahui!

♥ Jodoh Tak Akan Tertukar

Diceritakan dalam drama, bahwa Cha Jook Hyuk menjalani yang namanya perjalanan waktu (time traveler). Ia kembali ke masa lalu dan mengubah cerita cintanya yang seharusnya bersama istrinya Seo Woo Jin menjadi bersama mantan cidaha -cinta dalam hati- semasa di bangku perkuliahan yang diperankan oleh Hye Won.

Kalau muncul pertanyaan kenapa ia kembali ke masa lalu? Karena si suami tidak betah menjalani hidup rumah tangga bersama istrinya. Ia merasa istrinya berubah 360 derajat. Tidak sama lagi ketika ia baru pertama kenal, istrinya sosok yang ceria dan humoris.

Tak akan ada asap kalau tak ada api sih sebenarnya. Istrinya berubah menjadi suka marah-marah karena ia yang mengurusi semua urusan rumah tangga dari A sampai Z, sementara suaminya, si Cha Jook Hyuk hanya mementingkan dirinya sendiri.

6ea8662c1e524061b7b019eec77c0610

Sehingga ia pun tak ragu-ragu memutuskan untuk mengubah masa lalunya, supaya dia tidak menikah dengan Woo Jin, istrinya di kehidupan nyata.

Sesuai dengan keinginannya, Joo Hyuk mendapatkan kehidupan paralel yang ‘sempurna’. Dalam kehidupan barunya, ia menjadi suami dari seorang istri yang kaya dan dia tidak kekurangan suatu apa pun. ia menjadi seseorang yang menikah dengan orang yang begitu kaya dan tidak kekurangan apapun. Hye Won, teman kuliahnya dulu.

familiar-wife-kang-han-na-2

Tapi yang namanya jodoh kali yaaaak? Sekuat apapun kita mengubah takdir, kalau jodohnya Cha Jook Hyok adalah si Woo Jin, mau kehidupan 7 lapis sekalipun tetap saja Woo Jin yang akan menjadi jodohnya, hahaha.

2f3c413400198dec87e029b1984ec9b2_600x400

Di kehidupan barunya pun Tuhan mempertemukannya dengan Seo Woo Jin yang merupakan istrinya di kehidupan sebelum ia mengubah takdir. Perasaannya? Sama! Flirting-flirtingnya? Saaamaaa! wkwkwk

Sama halnya dengan kehidupan kita, jika Allah menakdirkan kita jodoh sama si A misalnya, bersembunyi di lubang semutpun pasti akan nikah juga pada akhirnya ;).

♥ Tak Ada Manusia yang Sempurna

Pun sama halnya dengan Cha Jook Yook. Kendatipun ia memiliki istri yang cantik paripurna plus kaya raya 7 turunan dalam kehidupannya setelah ia mengubah takdir, tetap saja ia tidak bahagia.

Istrinya yang cantik si Hye Won sama sekali tidak begitu baik terhadap keluarga Cha Joo Hyuk. Setiap minggu, ada saja agenda Cha Joo Hyuk untuk menemui keluarga istrinya, tapi tidak sebaliknya.

Ketika ibu Cha Joo Hyuk di operasi pun, istrinya bahkan tidak menerima jika suaminya menemani ibunya di rumah sakit. Jauh berbeda dengan istri di kehidupannya yang sebelumnya bersama Seo Woo Jin.

No body’s perfect. Tidak ada kesempurnaan dalam hidup ini. Yang sempurna hanya milik Allah SWT semata. Segalanya pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Wajar jika terkadang kita menginginkan kehidupan seperti orang lain yang terlihat bahagia. Tapi kita juga tidak tahu cerita dan pengorbanan dibaliknya.

♥ Anak yang Berbakti

wife-1

Ibu Seo Woo Jin menderita Alzheimer. Anehnya, ingatannya tentang masa lalu begitu kuat. Termasuk ingatannya tentang menantu kesayangannya si Cha Joo Hyuk. Dalam kehidupan setelah perubahan, Seo Woo Jin merawat ibunya dengan sangat baik.

Tak pernah ia menolak apa yang diinginkan ibunya, bahkan menjadikan ibunya Ratu dalam kehidupannya.

Hei gaes, ridho Allah terletak pada ridho orang tua loh. Jika kamu ingin hidupmu berkah, berbaktilah kepada orang tua 😉 *self reminder*.

♥ Cantik/Tidaknya Istri Tergantung Suaminya

Setuju gak sih kalau gue ngomong kaya gitu? Pada kenyataannya, cantik/tidaknya istri tergantung bagaimana suaminya. Galak/tidaknya istri tergantung bagaimana suaminya. Yoi doong, tergantung bagaimana suaminya membantu mempercantik istri dengan cara membantu pekerjaannya sehari-hari, misalnya.

Sometimes, kita tuh berpikiran Full Time Mommy adalah pekerjaan paling enak. Palingan cuman masak, jaga anak, nonton tipi, tidur! Begitu aja hampir setiap hari. Nyatanya tidak seperti itu! Lebih besar tingkat stress buibuk yang tinggal di rumah ketimbang yang bekerja kantoran.

Karena gue pernah mencoba. Beberapa tahun lalu, gue ambil cuti dan menjadi full time mommy di rumah dengan pekerjaan nyaris setiap harinya adalah memasak sambil jaga anak, mencuci sambil jaga anak, menyetrika sambil jaga anak. Mau nonton film tetiba remote tivi atau laptop di jajah sama anak. Mau maskeran, anak jejeritan karena mengira bahwa ibuknya adalah wanita ghaib. Serba salah.

Mau ke mall, suami belum pulang kerja. Lagian ke mall cuman berdua sama anak itu halnya dengan bunuh diri bagi gue! wkwkwkwk. Bukannya apa-apa gaes, kalau tetiba anak gue tantrum karena pengen main eskalator gimana? Sementara gue sendiri suka mabok naik turun eskalator, hahaha. Maka jadilah jika ingin ke mall, wajib hukumnya bersama suami.

kembali ke kasus Seo Woo Jin yaaaa..

Seo Woo Jin pada kehidupannya sebelum terjadi perubahan adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai tukang pijat di SPA. Apa sih bahasa sopannya? hahaha.. Gue taunya sih tukang pijat, jadi kalau ada bahasa sopannya tolong di koreksi ;).

Tetapi karena suaminya si Cha Joo Hyuk adalah seorang bankir yang super sibuk, sehingga terkadang pekerjaan Seo Woo Jin terbengkalai. Di marahin atasannya pula! Tapi ya mau gimana lagi coba? Naluri ibu tak bisa tergantikan oleh apapun jika menyangkut anaknya.

Karena merasa Cha Joo Hyuk tidak memedulikannya, itulah sebabnya ia berubah menjadi ibu yang singa banget! Seandainya, Cha Joo Hyuk mau membantu meringankan beban, rasanya Seo Woo Jin tetap menjadi wanita humoris sama seperti waktu mereka pacaran.

Lalu apa hubungannya Cantik/tidaknya istri tergantung suaminya?

Kalau si istri kebanyakan stress, kendatipun sering tersapu air wudhu tetap saja berefek di wajah. Banyak stress membuat wajah terlihat lelah, loyo, kusam dan tidak segar. Berbeda jika wajah terlihat sehat menggambarkan kehidupan yang bahagia dan stressnya tidak terlalu banyak :D.

See?

familiar-wife-drama-korea-tvn

♥ Rumah Tangga itu Ibarat Team Work

Bagi gue, sebuah rumah tangga sama halnya dengan pepatah ‘berat sama di pikul ringan sama di jinjing’. Keberhasilan rumah tangga bukan dari besar rumahnya, berapa banyak mobilnya, bukan! Keberhasilan dalam rumah tangga bagaimana kerja sama suami dan istri dalam kebersamaan. Di episode terakhir Familiar Wife menjawab istilah gue barusan.

team work

Nah kaaaaan kayak gini dooong yang namanya suami istri! Saling kompak mengurus rumah dan tangga *halah* :D. Ceritanya posisi kalah ganti nih, beberapa menit sebelum Cha Joo Hyuk tes untuk kenaikan jabatan, ia menunggu istrinya Seo Woo Jin untuk mengambil estafet penjagaan terhadap anak-anak mereka. Unch, so sweet!

Btw eps terakhir ini mbikin gue merinding. Akting mereka baguuuuuuuuuuuuuuuuuus banget!

Demikianlah 5 pesan moral yang terkandung dalam Drama Korea Familiar Wife ini versi gue. Jika kalian penasaran dengan kisahnya silahkan di download dramanya, hehehe :). Dan apabila ada kesalahan kata, mohon di maafkan.

Salam,
Raya Makyus.
(Visited 42 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: