0

5 Tujuan Menulis Blog

Gue mencintai dunia tulis menulis semenjak duduk di bangku sekolah dasar yang paling senang jika di suruh mengarang bebas tentang kampung halaman atau pengalaman ketika liburan sekolah misalnya.

Tidak sampai SD saja, ketika SMP dan SMA pun gue paling suka kalau pelajaran Bahasa Indonesia dan kami siswa-siswi diberi tugas mengarang lalu hasil karangannya kami bacakan di depan kelas.

Suatu waktu, gue pernah suka sama teman sekolah yang paling ganteng versi mata gue. Sialnya, berita tersebut kesebar kayak virus yang menggerogoti tubuh manusia.

Itu karena apa? Gue curhat ke teman. Itupun gue gak terang-terangan ngaku kalau gue naksir si dia. Gue pake bahasa kiasan. Kalau tak salah ingat, kalimat gue saat itu “eh, si anu boleh juga tuh”. Hasil dari cerita itu entah mengapa bisa berubah menjadi cerita yang membuat gue segitu memprihatikannya soal asmara, wkwkwk.

Hasilnya? nyaris satu sekolahan tau kalau gue sukaaaa sama si dia. Pengeeeen rasanya kunyah-kunyah ring basket saking malunya. Semenjak kejadian itu, akhirnya apapun yang gue rasa dan alami selalu tertumpahkan ke dalam buku harian bersampul bunga warna pink yang harumnya semerbak ngalahin harumnya deodorant.

***

Kecintaan gue terhadap aktivitas menulis diary, mengantarkan gue membuka akun blog pada tahun 2006. Terinspirasi dari bukunya Raditya Dika berjudul ‘Kambing Jantan’ yang diambil dari beberapa tulisannya di blog pribadinya. Yang udah gue bahas kemaren kan ya?

Pelan-pelan, gue meninggalkan diary dan beralih menulis ke diary online a.k.a blog pribadi. Bertemulah gue dengan beberapa blogger Kendari lainnya dalam platform ‘multipy’ yang makin meningkatkan ketertarikan gue untuk menjalani aktivitas ngeblog hingga kini.

“KENAPA MENULIS BLOG?”

Menulis blog sama halnya dengan mengupdade ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan kan buwanyaaaak! Bukan hanya dari buku saja. Curahan hati pun bisa menjadi pengetahuan loh.

Makin kesini menulis blog bukan hanya sekedar menumpahkan curahan hati. Jika menumpahkan curahan hati mampu mendatangkan manfaat bagi pembaca, kenapa tidak meluaskan lagi jangkauannya gitu loh.

Sejujurnya gue anaknya minderan, cuy. Tidak pede dengan tulisan yang ada di blog ini. Karena sebagian besar kisah gue adalah the power of curhat. Berteman dengan blogger kece yang tulisannya roar banget pun tak berani. Nyali gue menciut ketika membaca tulisan mereka yang walopun masuk kategori curhat tapi masyaallah faedahnya luar biasa.

Ya moso gini-gini terus sih? Larut dalam keterminderan. Akhirnya, gue menemukan kenyataan yang membuat hati gue jingkrak-jingkrak ketika melihat istilah pencarian dalam statistik blog ini.

pencarian-statistik-2

Dibalik curhatan receh gue ternyata bisa memberi manfaat bagi teman-teman di luaran sana yang mencari referensi mengenai kasus jerawat. Bukan tanpa sebab gue sengaja menuliskan catatan mengenai pengalaman jerawat sebagai bukti otentik kepada cucu-cucu gue kelak bahwa turunan mereka wajahnya jerawatan! wkwkwkwk.

Baca : Pengalaman Menjadi Penderita Jerawat Batu

Gue mencoba membuat 5 tujuan, mengapa gue menulis di blog ?

5 Tujuan menulis Blog

=> Pelampiasan Hobi

Seperti yang sudah gue jelaskan pada paragraf di atas bahwa Raya kecil sangat menggilai pelajaran bahasa indonesia karena di dalamnya ada kurikulum “mencerdaskan anak bangsa lewat bercerita alias mengarang” sejak saat itulah hobi gue terbentuk untuk mencintai yang namanya menulis.

Hingga pada akhirnya mengenal dunia blog dan mencemplungkan diri didalamnya, hobi menulis semakin terasah. Rerata tulisan gue isinya curhat colongan kok. Menceritakan pengalaman gue yang begini dan begitu. Atau menceritakan pengalaman orang lain.

Hobi itu hingga kini terpatrit dalam kehidupan gue dan menjadikannya sebagai salah satu tujuan gue ngeblog. Berhubung gue tidak bisa -tepatnya belum saatnya- menjadi penulis hebat yang karyanya mejeng di gramedia, sehingga menulis blog adalah sarana untuk berkhayal, xixixixi :D.

=> Melawan Lupa

Berikutnya, yang menjadi tujuan ngeblog adalah karena gue itu orangnya pelupa. Kecuali jika ada yang pernah mengiming-imingi ‘makan gratis’ naah itu tak akan gue lupakan, hahaha. Beberapa tulisan di blog ini isinya rerata pengetahuan yang bersumber dari pengalaman gue pribadi.

Kalau lagi kerajinan, gue langsung menuangkannya ke dalam blog. Biasanya kalau sudah tersimpan dalam blog, ingatan gue tak pernah padam *etdaaaaaagh*. Sama halnya ketika gue menulis pengalaman melahirkan secara normal yang bisa saja gue lupain kisahnya, namun karena terekam jejak dalam blog ini, sehingga kejadian heroik tersebut tak terlupakan.

Begitupun dengan kisah anak gue yang pernah terkena speech delay syndrome. Rekam jejaknya ada dalam blog ini. pengalaman bagaimana perjuangan gue agar doi fasih menyebut kata “mama” hingga kini ia ketercerewetan tiada tara.

=> Menjaga Kewarasan

Kendatipun gue rajin berhahahihi dalam tulisan, bukan berarti gue tidak pernah sedih ya. Atau bukan berarti hidup gue normal-normal ajah. Ada dimana gue beneran peterpan (baca : kaki di kepala kepala di kaki).

Belum masalah kantor, belum masalah rumah, belum masalah inilah itulah yang gue yakini semuanya itu adalah bentuk bagaimana Allah SWT ingin melihat seberapa tangguhnya gue sebagai hambaNya.

Nah untuk pengalihan dari masalah-masalah yang terkadang bikin sakit jiwa itu, gue butuh wadah untuk menjadi tetap waras. Salah tiga pelariannya adalah dengan ngeblog. I dunno why, kegiatan menuangkan isi pikiran ke dalam blog itu sensasinya berbeda.

Setelah ngeblog, sedikit blogwalking membaca tulisan teman-teman sesama blogger yang masyaallah selalu mencerahkan, masalah-masalah yang gue alami seolah menguap begitu saja.

=> Berbagi Informasi

Salah satu bentuk kesyukuran gue karena hidup pada zaman ini adalah gue bisa mendapatkan informasi dengan sekali klik. Kebayang dong ya jaman dahulu kala misalnya anak sedang sakit panas, biasanya informasi akan kita temukan di pusat kesehatan atau pengalaman tetangga/keluarga yang belum tentu sama diagnosisnya dengan apa yang kita alami.

Berbeda dengan sekarang ini, misalnya anak sakit panas dengan penyebab lainnya, dalam sekali klik, dalam layar smartphone atau komputer, kita bisa membaca ribuan pengetahuan baru dari teman-teman rekanan sesama blogger.

Sama halnya dengan masalah jetpack yang pernah blog gue alami, moso saya harus terbang ke Yogyakarta untuk bertemu oom Priyo Harjiyono hanya untuk meminta bantuan perbaikan jetpacknya sih? Berat diongkos, cuy! hahaha.

Untungannya doi pernah menulis dalam blognya masalah tentang per-jetpack-an yang memudahkan gue mengakses tulisannya lewat blognya dan masalah jetpack terselesaikan, yeeeeaaay!

Jangan pernah meremehkan kekuatan curahan hati loh, bisa saja tulisan yang kita anggap receh justru dapat menolong orang lain di seberang dunia sana. Indahnya berbagi informasi dengan cara menulis di blog ;).

=> Mengasah Keterampilan Menulis

Menulis itu mengajarkan gue jauh lebih terampil dalam memproduksi kata-kata yang kemudian menjadi kalimat sehingga terciptalah paragraf yang saling terkait antara satu dan yang lainnya *eaaaaa.

Awal-awal menulis blog dulu tulisan gue jijey banget! hahaha. Yang namanya belajar kan tidak ada yang langsung pintar. Semua butuh proses. Alah bisa karena terbiasa.

Gue banyak belajar dari teman-teman blogger lainnya bagaimana cara mereka menulis, bagaimana menyambungkan paragraf yang satu dan yang lainnya sehingga terlihat konsisten terhadap pembahasan yang menjadi tujuan mereka. Dan gue menerapkannya ke dalam tulisan-tulisan gue dalam blog pribadi.

Berat? Pastinya! Namun, keterampilan dalam menulis blog itu tidak bisa instan. Semua butuh proses ;).

***

Demikianlah tulisan mengenai tujuan gue ngblog. Kalau ada salah kata tolong di koreksi ya 😉 dan tentunya harapan gue semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian 🙂

Salam,
Raya Makyus.
(Visited 5 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: