4

Balada Anak Berpuasa Full untuk Pertama Kali

Balada anak berpuasa full untuk pertama kali

Ketika gue mengabarkan bahwa tahun ini Ucup wajib hukumnya menjalani puasa Ramadhan secara full time, ia shock dan mulai mengeluarkan jurus untuk menolak. Alasannya segudang, omg!

“Mama, Ucup masih kecil, gak boleh banyak-banyak puasa, nanti cepat metong

Korelasi yang tidak masuk akal. Kebanyakan puasa bakalan cepat mati? Hei nak, kau pikir mamakmu bisa menerima alasan, apa?

Gue menjawab dengan bijak dan diplomatis “Banyak puasa bikin badan sehat, Cup. Gak ada tuh karena puasa orang jadi cepat mati“. Lalu ia terdiam. Matanya bergerak kesana kemari, ciri khas anak gue ketika sedang memproduksi alasan.

“Puasanya sampai jam 12 kan, mama?” tanyanya lagi. Kebiasaannya pada bulan ramadhan sebelumnya, ia menjalaninya setengah hari.

Yang puasa sampai jam 12 itu anak kecil, anak TK. Ucup sudah jadi kakak SD. Malu dong puasanya sampai jam 12

Karena tidak berhasil bernegosiasi dengan gue, akhirnya doi menghadap ke bapaknya. Mencari jalan keluar agar puasa ramadhannya cuman setengah hari.

***

Satu jam kemudian, Ucup menghampiri gue dan mengutarakan alasan berikutnya.”Mama ingat gak? Kemarin Ucup habis vaksin loh. Kata bu dokter, Ucup harus banyak minum air, supaya tidak demam” katanya sambil memegang dahinya. Meniru gerakan dokter.

Oh Tuhan, perkara puasa ajah dramanya luar biasa.

Ucup harus rajin minum air, mama. Jadi Ucup puasanya bisa tidak full“. Dasar kritikus mahabawel!

Berdebat sama Ucup saat ini rasanya sama seperti menabrakkan diri ke karang yang berdiri tegak di tengah lautan. Salah nabrak,bisa-bisa gue yang terluka, hahaha.

***

Begitulah drama anak gue yang menolak untuk melaksanakan puasa ramadhan secara full untuk pertama kalinya. Selama ini ia melaksanakan puasa beduk. Alias adzan zuhur sudah bisa berbuka puasa. Mengajak anak untuk berpuasa full tantangannya besar.

Tantangan yang gue alami pada ramadhan sebelumnya antara lain :

# Susahnya membangunkan anak untuk makan sahur

Zaman gue masih kecil, yang namanya bangun sahur tuh malas banget! Mata susah untuk terbuka. Kepala kliyengan efek dari mengantuk. Terus mesti makan sahur biar gak lemas seharian. Mungkin seperti itu pula penderitaan yang anak gue alami ketika bangun sahur.

Alarm alamiah tubuhnya berbeda ketika selama ini ia sarapan pukul 06.00 pagi dengan pukul 03.45 dini hari. Vibesnya beda. Rute hidupnya terukir dalam alam bawah sadar, bahwa pagi jam 6 adalah waktu sarapan. Pukul 3 dini hari? Ya waktunya bobo.

# Kelepasan makan/minum tanpa pengawasan

Ini nih yang sering. Diam-diam bergerak mencari rejeki. Kita taunya anak kita sedang berpuasa nih, eeeh tetiba ada wangi khas wafer yang masih melekat dari bau nafasnya, hahaha. Hadooooh. Kalau sudah begitu, biasanya gue suruh lanjutkan perjuangan hingga adzan zuhur berkumandang.

Jelas, untuk berpuasa full apalagi untuk pertama kalinya, tantangannya lebih dari itu, bunda. Siapkan mental anda!

***

Setelah berkonsultasi dengan bapaknya, akhirnya terbitlah kesepakatan bahwa okhaaaay, Ucup berpuasa setengah hari dengan sistem selang seling.

Jika hari ini ia berpuasa hingga adzan zuhur berkumandang, maka keesokan harinya ia berpuasa mulai adzan zuhur hingga adzan magrib. Mari kita lihat, bagaimana ia ketika modelan puasanya selang seling. Jika mampu dan konsisten, lanjut puasa seharian.

Puasa ramadhan full time merupakan pengalaman Ucup untuk pertama kali. Besar harapan ia menyanggupinya. Belum mampu untuk saat ini juga tak mengapa. Karena berpuasa seharian full tentu ada tantangan tersendiri untuk dirinya.

Apalagi Ucup mengeluarkan alasan terlogis menurut gue. Habis vaksin, harus banyak minum air putih, hahaha. Bener juga sih. Selain itu mungkin cara gue mengedukasi doi belum tepat sasaran. Makna esensial dari puasa ramadhan belum teresapi secara baik.

***

Beberapa jam menuju 01 ramadhan 1443 H, gue belanja persiapan untuk sahur bersama Ucup dan bapaknya. Kami berpencar dengan perjanjian 10 menit kemudian bertemu di kasir.

Begitu kaget gue melihat belanjaan Ucup yang luar biasa. Beberapa cemilan, 3 buah susu kotak besar, 2 buah susu kotak kecil dan minuman buah. Waktu gue tanya pake bahasa isyarat dengan membulatkan mata ala tante Lala, Ucup cengar cengir dan berkata “Mama, besok Ucup mau puasa full. Tapi buka puasanya ini semua ya, mama?

(Visited 6 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: