20220828_060721
sumber gambar : facebook kabar pondok bunda UHO
20220828_091851
Semarak DIES NATALIS UHO KE 41

Berkegiatan Dies Natalis Lagi, Horeeeeee…

Salah satu warga negara bagian tenggara pulau Sulawesi yang super duper senang minus jingkrak-jingkrak pastinya ketika mengetahui kegiatan kantor yang bernama Dies Natalis kembali dilaksanakan setelah vakum selama 2 tahun lamanya. Sebagaimana kita ketahui bersama kan yaaa, 2 tahun terakhir ini, bumi pertiwi kena gempuran virus covid 19.

Dampak dari penyebaran virus memakan banyak korban. Sehingga kegiatan lapangan yang melibatkan interaksi dengan banyak orang di-off-kan untuk meminimalisir penularan virus jahedong (baca : JAHAT) itu. 2 tahun terakhir kegiatan dies tetap dilaksanakan, tetapi pake sistem daring. Tidak melibatkan kegiatan lapangan.

Apa Itu Dies Natalis?

Dies natalis adalah sebuah peringatan hari lahir perguruan tinggi yang menjadi awal perjalanan pendidikan dari suatu lembaga pendidikan. Untuk memeriahkan kegiatan dies natalis, ada banyak perlombaan yang bisa kita ikuti, ada lomba bola gotong, lomba website fakultas, tarik tambang, karya tulis ilmiah dan masih banyak lagi.

Perlombaan tersebut bukan tanpa tujuan doong, salah satunya sebagai upaya mengikat hubungan persaudaraan antar sesama warga yang masuk dalam universitas tersebut. Juga meningkatkan kerjasama untuk kemajuan dari unit kerja tersebut.

Bukankah hidup gotong royong dan saling membantu mampu memajukan sebuah Universitas? Ituuuu yang bikin saya senang, ituuu, hahaha. Bisa membentuk kerja sama tim dalam unit kerja saya, biar unit kerja saya harum semerbak namanya. Kalau sudah harum, tentunya Universitas tempat saya bekerja ikut kecipratan wanginya.

sumber gambar : facebook kabar pondok bunda uho

Sebagai langkah awal memperingati Dies Natalis ke 41 Universitas Halu Oleo, kami jalan santai doong sejauh 6,3 km. Jalan santai startnya jam 6 pagi. Kebayang dong yaaa gimana hektiknya saya pagi-pagi buta. Mana malam tidurnya larut banget, sehingga mau gak mau bangun jam 4 subuh dalam keadaan perasaan melayang-layang lalu menyiapkan sarapan dan membangunkan Ucupyo yang effortnya luar biasa banget.

Akhirnya jam 6 kurang 10 menit kami keluar rumah. Menembus kabut yang separuh menutupi jalan, berharap aman damai sampai tujuan tanpa adanya drama dalam perjalanan. Jarak antara rumah dan lokasi Dies Natalis nyaris 5 km.

Kalau bonceng 3 gini, gak bisa pake jiwa valentino Rossi ya, waaaaa. Gak bisa lari 80 km/jam laju motor, bisa-bisa cium tanah air endingnya. Laju motor kami hanya 20 km/jam. Jalan sipuuuuut, wkwkwk.

Kalau motor mau belok, wajib hati-hati banget, karena setir yang menyenggol lutut Ucupyo bisa berakibat fatal. Motor goyang dan kemungkinan besar bisa jatoh dari motor.

sumber gambar : facebook kabar pondok bunda UHO

Start jalan santai dibuka langsung oleh bapak Rektor Universitas Halu Oleo, bapak  Prof. Dr. Muhammad Zamrun F., S.Si., M. Si., M. Sc dan barisan yang mengawali kegiatan jalan santai dalam semarak Dies Natalis ke 41 UHO adalah bapak Rektor Universitas Halu Oleo dan ibu bersama jajarannya.

Alhamdulillah perjalanan kami yang slowmotion tadi tidak membuat kami terlambat. Karena menyaksikan secara langsung pembukaan start jalan santai langsung dipimpin oleh bapak rektor.

Peserta jalan santai ada 15 fakultas, pasca sarjana dan vokasi. Ruame puool. Semua ikut senang dalam memeriahkan semarak Dies Natalis UHO ke 41.

Masing-masing unit kerja berbeda ciri khasnya. Contohnya kami dari FKM, seragam kami warna merah plus topi rimba yang warnanya senada dengan warna baju.

Ada juga dari Fakultas Pertanian yang konsep OOTD jalan santainya mengusung tema ‘menyatu dengan alam’ yang warna pakaiannya ijo-ijo larut dalam kemelut *halah*.

Lalu ada juga dari Fakultas Kebumian yang konsep bajunya warna ijo toska. Kenapa harus ijo toska sih, bu?hahahha. Kesannya feminim banget deh ih. wkwkwkwk *dikeplakpakdekannihlama-lama*

Apakah Ucupyo Ikutan Jalan Santai Sejauh 6 Km?

Iyyyyyyya dooong. Mau titip dimana lagi coba putra mahkota? hahaha. Sejujurnya saya underestimate sama anak sendiri. Secara waktu jalan santai dalam Dies Natalis tahun 2019, doi ikut jalan santai dan berakhir minta digendong karena tidak sanggup sampai finish.

Sehari sebelum hari H, saya berniat untuk menitip Ucupyo sama neneknya, biar doi gak ikutan jalan, terus ngeluh capek mama capeeeek. Dia nolaaaaak dong! Dengan semangat 4-5-6 doi berjanji bakalan bisa jalan sampai finish. Yang penting pulang dari jalan santai singgah di Lippo maen mobil-mobilan, weeeeew, wkwkwk.

Setelah finish, kami duduk lesehan pada tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Kami duduk bersama saling berhadap-hadapan sambil saling bercerita.

Menceritakan pengalaman yang mendatangkan tawa selama jalan santai tadi sambil menyantap cemilan sehat yang menetralkan gula darah. Gak boleh makan berat dulu, tsay.. Pan mau ada lomba tarik tambang dan bola gotong. Jadinya makanan yang masuk jangan yang memberatkan langkah menuju kemenangan *halah* 😀

Siap Turnamen Tarik Tambang

Tarik tambangnya khusus laki-laki saja. Gak ada tarik tambang perempuan. Keseruan dalam mengikuti turnamen tarik tambang membawa kekalahan bagi tim FKM. Apa karena suporternya yang kelewat ribut suaranya saat mendukung kali yak? sampe sesebapak ini tidak fokus dalam menarik tali, wkwkwk.

Kalah menang gak masalah sih, yang penting sudah berpartisipasi dalam semarak Dies Natalis kampus kita bersama. Menang atau kalah adalah hal yang biasa. Yang penting ikhlas menerima kekalahan.

Setelah menyemangati sesebapak yang sudah kalah, saya beralih tempat untuk menyemangati buwibuwk yang didapuk mengharumkan nama FKM dalam turnamen bola gotong.

Turnamen Bola Gotong

Ibu gak ikutan bola gotong?

Tidaaaak, usia saya tidak muda lagi untuk ikutan lomba bola gotong, wkwkwkwk. Pinggang dan persendian saya rawan encwook. Belum lagi kalau anxiety saya kambuh ketika melihat lawan-lawan tangguh. Auto gemetaran, bund. Dari pada gagal kan ya? Mendingan saya mundur secara teratur. *ngelesmodeon*

4 kali mengikuti lomba bola gotong, akhirnya dapat juara 4 *standingapplouse*. Tidak mudah untuk menjadi pemenang. Masalahnya anak-anak ini, pada ikutan jalan sehat sejauh 6 km. Keringat -mungkin- belum kering betul,  eeeh sudah mengikuti turnamen bola gotong lagi. Ya pegaaaaal dong, tsay!

                                                  Juara 4 turnamen bola gotong 😀

Namun melihat semangat juang buwibuwk ini, saya ancungi 4 jempol. Tenaganya maasyaallah. Semangatnya kalah sama anak-anak mahasiswanya, hahaha. Mengikuti lomba di bawah terik panas matahari itu bukan hal yang mudah, jendral. Kalah atau menang tak jadi masalah, yang penting semangat dan teuteup… Solidarity Foreva *eaaaaaaa*.

Dies Natalis yang mengusung tema “UHO pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat” berjalan lancar dan kelihatan banget kegembiraan yang ikut berpartisipasi didalamnya. Senyum bapak rektor UHO yang merekah menandakan beliau happy menular kepada kami-kami ini sebagai anak buahnya. Kami ikutan happy pastinya 🙂

Harapan saya, kegiatan seperti ini akan terus ada setiap tahun. Setiap perayaan Dies Natalis. Agar terjalin keakraban antar unit kerja yang ada di satuan kerja Universitas Halu Oleo. Sehingga UHO makin jaya.

Salam…
   ♥
Raya Makyus
(Visited 19 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: