13

[Best Moment 2018] Balada Mencari Hunian

Balada Mencari Hunian merupakan moment tergregeeeeet gue di tahun 2018 ini. Gregetnya itu karena ketika gue berada di titik nadir, ketika gue menghempaskan semua semangat yang gue miliki dan ketika gue mulai menyerah pada keadaan, disaat bersamaan Tuhan mengabulkan semua rintihan yang gue lakukan bukan hanya untuk mengetuk pintu langitNya, tetapi menggedor-gedor langitNya penuh antusias.

Ini kisah gue. Kisah best of the best moment 2018. Kendatipun tahun 2018 sepenuhnya belum berakhir. Namun ada sepotong kisah yang sayang untuk dilewatkan. Kisah tentang seorang mama muda yang yang berjuang keluar dari BTN Mertua Indah. Rumah mertua suaminya!

balada mencari hunian

Rumah mertua suami?

Yoyoi, 5 tahun menikah kami masih mengontrak secara gratis di rumah mertua suami. Rumah orang tua gue sendiri. Bukan tanpa sebab sih, jadi ceritanya gue terlahir sebagai anak perempuan semata wayang dari 3 bersaudara.Β  Sebagai satu-satunya pewaris kuali dan panci presto dari dapur emak, ya wajarlah jika emak masih mempertahankan agar mantan anak gadisnya gak keluar rumah dulu.

Maksud dan tujuan emak gue jelas menunjukkan gelagat yang mulia. ‘mak ingin mengeksplor bakat yang ada dalam diri mantan anak gadisnya di bidang perdapuran. Supaya lebih ahli memanuver bumbu dapur.

Lalu, apa gunanya tepung bumbu cepat saji beredar luas di pasaran kalau bukan untuk menunjang keahlian mama-mama masa kini berkreasi di dapur? Untuk apa hah?*banting panci presto*.

Bagi orang tua gue, kami jelas bukan benalu yang menggulung istana mereka. Namun jauh di dalam lubuk hati, kami (gue dan suami) bagaikan benalu yang lilitannya nyaris mencekik istana mereka.

Gue takut, takut jika malaikat mencatat selama 5 tahun ngontrak ((gratis)) di rumah mereka adalah bentuk kedurhakaan terhadap orang tua. Apalagi, penjagaan Ucupyo saat kami ke kantor jatuh ke tangan mereka.

Andai, pak suami tidak mampu menafkahi anak dan istrinya, wajar jika orang tua merasa masih bertanggung jawab penuh atas diri mantan anak gadisnya. Masalahnya kami berdua sama-sama warga Kendari yang tercatat sebagai pegawai yang namanya masuk dalam tanggungan negara. Kan anu banget kalau status huniannya masih ngontrak di rumah orang tua!

***

Mulailah bulan April tahun 2018 kami hunting rumah dengan konsep minimalis tapi gak bikin sesak napas. Sesak napas bukan karena harganya, tapi karena luas bangunannya.

Rumah dengan konsep minimalis bergaya masa kini yang banyak dijual jelaslah sejenis perumahan atau BTN. Tau sendiri dong ya, gimana luasnya BTN itu. Sejujurnya gue trauma dengan rumah BTN karena luasnya itu yang bikin sesak napas, dan rumah orang tua kan BTN, hahaha.

BTN bukanlah rumah impian gue, pun bukan rumah impian pak suami. Hanya saja, kami memiliki rencana lain. Sehingga untuk mewujudkan rumah impian sepertinya harus kesabarannya diperkuat.

***

Singkat kata singkat cerita, terjadilah perang es dingin antara ibu suri dan putri mahkota. Ibu suri ingin menyelamatkan keluarganya dari badai kelaparan, sementara putri mahkota egois ingin menyelamatkan keluarganya sendiri dari badai kelaparan dengan melirik restoran cepat saji.

Mendengar kata restoran cepat saji membuat alis ibu suri naik 45 derajat. Ibu suri terlahir sebagai perempuan yang menjunjung tinggi originalitas bumbu dapur tanpa msg. Sehingga yang namanya ‘restoran cepat saji’ mendapat black list darinya.

Andai produser film Aruna dan Lidahnya berkunjung ke Kota Kendari, ibu suri langsung masuk 5 top chef yang direkomendasikan karena kepiawaiannya mengolah makanan sehat tak usah diragukan.

Ibu suri murka dan mulai menyinggung-nyinggung hal yang tidak disukai oleh putri mahkota “rumah”. Tipikal ibu suri ketika murka, segala rupa kejadian masa lalu akan naik ke permukaan dan menjadi trending topic! hahaha. Olehnya, BTN adalah satu-satunya cara untuk melarikan diri, wkwkwk.

Kenapa kagak ngontrak rumah ajah?

Jika mengontrak rumah, menurut putri mahkota dan suaminya sama saja dengan menghambur-hamburkan uang setiap bulannya. Biaya kontarakkan jaman now itu kan mulai merangkak naik harganya. Parahnya lagi, bisa mengikuti kenaikkan harga dolar.

Lagi pula yang namanya tanah/bangunan kendatipun ukurannya kecil, harga jualnya tetap meningkat. Lumayan bisa menjadi investasi masa depan ;). betul kan buibuk sholehah?

Lanjut…

Setiap malam di sepertiga malam, putri mahkota menggelar sejadah panjang. Berdoa secara khusyuk meminta agar di tunjukkan jalan (walaupun hanya jalan tikus) agar bisa merdeka dan mengurus istananya sendiri. Agar terhindar konflik internal yang melibatkan mata batin.

Apakah keesokan harinya doanya terkabul? Tidak, pemirsah!

capture-20180922-192008

BTN yang didatangi putri mahkota rerata sold out. Tak bersisa. Menciptakan sesak teramat nyeri di sanubari, pastinya! Rasa-rasanya Tuhan seperti enggan berpihak pada putri mahkota. Tapi bukan putri mahkota jika mudah menyerah *kibaspashminaceruti*.

***

Postingan gue di facebook tentang rumah BTN yang available mendapat banyak komentar positif. Banyak pula yang me mberi rekomendasi BTN yang keren dengan harga miring.

Gue datangi satu per satu BTN yang sudah masuk daftar list. Bagus semua, cuy. Sampe galau mau memilih yang mana. Namun, ada 1 yang menarik minat gue. Sama seperti menerima lamaran lelaki yang menghadiahi gue Ucupyo, banyaknya kumbang yang mendekat, namun hanya dia yang menyilaukan mata *eaaaaaa.

Tanya punya tanya, rumah taksiran gue ternyata sudah ada yang punya. Patah hati, blas! Gue sudah kadung cinta sama hunian itu. Desainnya, luas bangunannya yang gak bikin gue sesak napas, ditambah dengan lokasinya yang berada di puncak. Idaman gue banget!

Begitupun dengan pak suami, merasa sama dengan apa yang istrinya rasakan. Seperti menemukan tulang rusuk yang akan menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Ah sudahlah, kalau memang BTN itu memang sudah ada yang memiliki, kami bisa apa, hah? Ngamuk sama developernya? Jelas mencoreng reputasi kami sebagai pasutri kece.

Sambil bersandar di dada suami dan memlintir manjah rambut keriting Ucupyo yang ikut bersandar di dada bapaknya, kami menatap langit malam. Masing-masing dari kami sibuk dengan pikirannya masing-masing. Jelas, pikiran gue melayang pada list BTN yang belum sempat dikunjungi. Pikiran suami gue sepertinya lebih ke fokus mencari uang lebih banyak lagi dan pikiran anak gue “KAPAN UCUPYO PUNYA ADEEK?

Suara Ed Sheeran menjerit dari smartphone butut gue dimana layarnya mulai terkikis akibat penganiayaan yang dilakukan Ucupyo ketika kesel karena jaringan wifi lemot, nama developer tertera di layarnya.

Untungnya developernya membawa kabar gembira, bahwa rumah taksiran gue yang berada di puncak statusnya single available. Horeeeeee. Padahal niatnya gue mau jual mahal looh! hahaha. Kan ceritanya patah hati, oooi! Males kalau ditawari BTN model lain selain yang gue gandrungi itu.

Keesokan harinya kami bertemu developernya dan tidak mencapai kata mufakat. Menurut pak suami, ada sesuatu yang ia nilai rancu dan menjurus ke abu-abu. Bukankah segala sesuatu yang abu-abu mending ditinggalkan?

Gue mengalami patah hati. Lagi. Bahkan gue marah kepada pak suami karena menolak mentah-mentah hunian kece yang masuk kriteria “BTN layak huni”. Masalahnya BTN dengan tipe itu tuh sisa atu-atunya! Ngapain sih jadi orang logic banget pikiranya? Hatinya kemana, pak?

Sebagai istri sholehah, pantang berlama-lama memendam amarah. Positif thingking saja, kalau bukan jodoh, gue kejar sambil bawa clurit pun kagak bakalan ketemu. Ikhlasin ya buuu.

Kendatipun gue mengalami patah hati berdarah-darah, kondisi di rumah tidak bisa menjadikan gue wanita melankolis dengan menyetel lagu-lagu sendu khas patah hati. Sebagai anak wanita semata wayang, gue pasang gengsi! Ya kaliiiiiik emak bersedia membelikan gue boneka pikacchu supaya bisa hahahihi bareng lagi. Emak gue sih gengsinya ampuuuuun! Jelas banget nurunnya ke siapa! *lirikdirisendiri*.

Akhirnya gue mengetik beberapa kalimat pada tuts hp karena gerah main gengsi-gengsian sama emak. Syukurnya juga pak suami mulai menggunakan perasaannya dan he said “ok” ketika mengetahuai istrinya cinta -setengah- mati sama BTN nyang ituuu. Jadi bunyinya begini :

“Rumah kemarin masih kosong, pak? Maaf, saya berubah pikiran. Saya yes sama rumah itu” send developer.

Lamaran gue diterima. Horeeeeeeee. Kata developernya, rumah itu sepertinya sedang menunggu gue menyatakan cinta lagi. Dasar BTN tukang gengsiii! Buktinya setelah gue tolak kemarin, ada pembeli yang ingin memilikinya. Hanya saja, semesta lebih memilih pembeli yang pantang menyerah kayak gue ketimbang pembeli lainnya, hahaha. Aaaaaaakh gagal patah hati dong gue.

Duit Hilang Dari Bank ABC

Apakah euforia karena mendapatkan BTN yang sesuai tipe gue berkepanjangan? tidak pemirsah! Setelah sukses mendapatkannya dan hendak membayar uang muka plus akadnya, masalah besar di depan mata!

Duit gue di bank abc hilang! Senilai puluhan juta. Sial pangkat sejutanya lagi, bank tidak ada yang melayani nasabah karena sudah mulai cuti besar. Karena beberapa hari lagi lebaran idul fitri.

Stres? pastinya! Air mata gue rasa-rasanya belum menunjukkan tanda-tanda kemarau. Airnya masih terus mengalir dan mengalir. Herannya, kenapa tabungan gue di bank abc kagak ada? Sementara disanalah pundi-pundi “menabung pangkal kaya” gue tersimpan.

Marahpun tidak adak menyelesaikan masalah.

Allah SWT Maha Kaya

Kesedihan gue tidak berlangsung lama. Ada teman-teman gue yang baik hatinya (semoga Allah SWT melimpahi mereka rejeki yang melimpah) bersedia minjemin gue duit senilai puluhan juta. Tawaran menggiurkan memang. Namun, kata hati kecil gue seakan menolak. Utang itu di bawa mati loh.

Setelah mengumpulkan tabungan dari rekening gaji, beberapa lembar yang gue selipin di bawah tabung gas, di bawah lemari es dan menjadi pejuang recehan, alhamdulillah terkumpul sesuai dengan kesepakatan dengan developernya. BTN blablabla puncak tipe 38 resmi menjadi milik Pak Fid Aksara dan nyonyahnya.

Pesan Moralnya :

Yang gue yakini, Allah senantiasa menciptakan segala sesuatunya sepaket. Ketika kesedihan menerpa hidup kita. Jangan menyerah, terus semangat menengadahkan tangan. Ia melihat usaha hambaNya yang mau berbuat kebaikan πŸ™‚

Sebagai hadiah bagi teman-teman sekalian karena sukses membaca curhatan geje gue di atas, nih sebuah foto dari pasutri yang kebelet pindah rumah, hahaha…

20180921_170902

Momen upredictable seperti di atas enaknya biar ‘no pic is hoax’ dijepret menggunakan smarphone. Setuju gak? Ada moment, cekreeeek! Kagak repot mengatur auto fokusnya segala.

Keunggulan telepon genggam zaman now tuh gitu. Lebih fleksibel, olehnya dinamai smartphone. Jika sedang dinas luar yang memang mewajibkan menenteng dslr kantor. Biasanya hasil jepretannya oke banget. Tapi kalau tiba masa akal alias dadakan gini, mana sempat nenteng-nenteng dslr kantor? hahaha. Jadi hasil foto-fotonya lewat smarphone sahaja dong.

By the way, foto gue di atas kece badai gak sih? Pasti hasilnya biasa kan ya? Biasa banget kan ya? Sebagai mamak-mamak yang suka tebar foto-foto manjah di instagram, gue tuh capek kaliiii ngedit foto dulu sebelum post ke instagram. Sengaja di blur-blur-in lah biar terkesan bokeh, hasilnya tuh palsu!

Gue tuh maunya hasil fotonya efeknya bokeh, bening, noda-noda bekas jerawat di wajah tertutupi dengan sempurna. Euy paripurna lah pokoknya! Masalahnya smartphone gue tidak menghasilkan sesuai dengan ekspetasi. Pak suami sudah menawarkan untuk ganti smartphone saja. Kalau ada signal begituan artinya, beliau punya budget untuk membelikan istrinya yang suka sok cantik ini smartphone baru. Kalau budgetnya besar kan lumayan! *cewekmatrekelautajeh* :p.

Sisi mata duitan gue sering “on” pada saat mendapatkan tawaran menggiurkan. Ketika gue bilang mencari smartphone yang harganya murah tapi hasilnya gak murahan, pak suami ketawa kencang. Mana ada? Jadilah gue hunting ke media sosial dengan hastag #smarphoneidaman2018 dan keluarlah nama “HUAWEI NOVA 3I”

Smartphone Idaman 2018

Sebagai pecinta fotografi ponsel, gue selalu mengabadikan jepretan gue ke dalam akun instagram. Nah, olehnya itu gue senantiasa memimpikan memiliki smartphone yang super canggih, ramnya besar dan tentu menunjang kegemaran gue memotret dengan menggunakan smartphone. Antara lain :

  • Desainnya keren
  • Ruang penyimpanannya besar
  • Batreinya tahan lama
  • Kameranya bisa bisa di adu dalam kompetisi fotografi ponsel.

Sepertinya takdir mengantarkan gue ke postingan emaknya Jiwo di instagram. Berbekal dari sanalah, otak gue beraksi mencari tau smartpone idaman 2018 yang bernama Huawei Nova 3i.

huawei_nova3i_color_gradient

Woooooooah daebaaaaaak! *menjerithisteris*

What a beautiful smartphone. Masyaallah. Huawei Nova 3i sepertinya menjawab impian gue untuk memiliki smartphone yang kece-badai-guntur-kilat-halilintar untuk menunjang kegemaran gue di bidang fotografi ponsel.

β™₯ Desainnya Cantik dan Elegan

Desainnya menggunakan material kaca. Di bagian atas layar terdapat poni yang menjadi trend smartphone 2018. Layarnya juga besar. Fullview display berukuran 6.3 inci dan bingkainya tipis. Beautiful!

β™₯ Ruang Penyimpanan Besar

Ruang penyimpanannya 128 GB. Cucco meong bagi teman-teman sekalian yang doyan selfie atau foto-foto. Menjengkelkan banget kalii pas lagi khusyuk foto, tetiba ruang penyimpanannya full dan mesti hapus foto-foto lain yang belum masuk ranah instagram! Keseeeeel!

Selain itu, jika dirasa masih kurang, foto-foto yang ada di ruang penyimpanan bisa di ekspansi dengan kartu memori microso 256 GB.

β™₯ Kapasitas Baterai

Kapasitas batreinya 3.340 mAh. Sependek pengetahuan gue, biasanya kapasitas batreinya cukup mumpuni dan tahan lama.

β™₯ 4 Kamera (dua kamera utama dan dua kamera selfie)

huawei_nova3i_4cameras

Konfigurasi kamera Huawei Nova 3i terdiri dari 16 megapixel + 2 megapixel untuk kamera utama, 24 megapixel + 2 megapixel untuk kamera depan a.k.a kamera selfie. Puas bangetlah pastinya di pakai selfie.

Hoooi, pecinta selfi mana suaranya?

β™₯ Kamera di perkuat dengan Teknologi AI

AI (Artificial Intelligence) kamera Huawei Nova 3i secara otomatis kameranya mendeteksi hingga 500 skenario dan langsung melakukan optimalisasi pada setiap pengambilan gambar sesuai kondisi pemotretan.

Karena AI itu kecerdasan buatan pada sebuah kamera mampu mengidentifikasi 22 objek kamera. Canggih ga tuh?

huawei_nova3i_hdr_3

Dan yang kerennya lagi, pemirsah, kamera dengan teknologi AI, bisa membuat efek foto tuh terlihat bokeh. Ajegileeee, tak perlulah pake dslr segala yak? Kalau kamera smartphone saja sudah menjawab impian smartphone gue. Yeaaah!

β™₯ GBU Turbo untuk Kemampuan Gaming

Dalam rangkaian game AI yang dipadukan dengan teknologi GBU Turbo, HUAWEI nova 3i akan segera merilis kemampuan chipset untuk mencapai respon yang cepat. Kendatipun sedang ngegame tuh ceritanya, terus tiba-tiba ada notifikasi gak usah khawatir. Dengan chipset Kirin 710 berteknologi 12 nm, HUAWEI nova 3i memberikan hasil responsif yang halus sehingga gaming bebas tanpa kendala.

***

Selain berjodoh dengan hunian, besar harapan gue juga berjodoh dengan Huawei Nova 3i. Tujuannya jelas, sebagai mamak-mamak penghobi fotografi ponsel dan menebar foto-foto narsis tentu menginginkan hasil jepretan yang paripurna! :D.

Tulisan ini diikutsertakan dalam giveaway blognya Jiwo

Salam,
Raya Makyus.
(Visited 8 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: