Don’t Lirik Me Dong Ahhh…

Seperti biyasa akhir tahun menjelang awal tahun dan bergantinya tahun, selalu ada perolingan, bahasa kantor tuh istilahnya penyegaran kembali sehingga kami para bawahan sering terombang ambing. Apalagi lagi musim angin kencang kan yaaaa, jadi terombang ambingnya bikin oleng.

Niatnya pasti baik, untuk mencari bibit unggul yang tahan terhadap pekerjaan. Hari gini tuh serius deh, emang susah nyari orang yang pekerjaannya beres. Yang orientasinya kerja. Bukan kerja yang orientasinya uang, uang, uang dan UAAAANG. Sementara UAAAANG gak lo bawa mati, hahahaha.

Gak usah tersinggung brader and sister, karena emang kenyataannya seperti itu. Namun yang gue tekankan adalah orang yang nyata-nyatanya udah jad pns tapi kalau dikasih kerjaan nanyanya “ada uangnya gak?”. Giliran uangnya ada pekerjaannya gak beres.

We knowlah, kenapa banyak emak-emak utamanya di daerah gue yang punya anak perawan menscreening calon mantunya juga melabeli calon mantunya “UDAH JADI ORANG” kalau dia pns, wkwkwkwk. Karena kenapa? Gajinya udah dibayar duluan kemudian baru kerja, hehehe.

Gak salah memilih calon mantu pns, gak salah. Yang salah adalah kenapa gue bahas emak-emak yang nyari mantu penes? kenapa? kenapa wooooi? Gue gak bahas itu, wkwkwk.

Back to topic hidayat….

***

Saat ini kantor besar gue sedang mencari orang-orang yang tahan banting dan bisa kerja karena bakalan dilirik bisa jadi pejuang gaji dan pejuang dompet kantor bermental baja. Sedang mencari orang-orang yang bisa jadi bendahara umum dan bendahara gaji.

Jadi bendahara tuh gak enak, sumpah deh. Luarannya saja yang begengsi. Kalau bendahara mentalnya kerupuk, pasti bakalan lambaikan bendera putih ke cctv alias menyerah.

Tahun ini, banyak bendaharawan yang memilih untuk mundur. Bendahara umum maupun bendahara gaji alasannya sama. C-A-P-E-K. Tidak kuat menghadapi rongrongan pegawai yang jabatannya lebih tinggi. Kendatipun bendaharawan tunjangannya ada, namun beban kerjanya bikin muntah kuning. I feel it.

Salah satu yang gue dengar keluhannya untuk mundur adalah bendahara gue sendiri. Rekan kerja yang seruangan dengan gue. Doi bertahan menjadi bendahara karena ada kami teman-temannya yang bisa bantu, kalau gak ada, bakalan kabur juga.

Tekadnya untuk mundur sudah membulat seperti bola api dragonball dan jelas satu-satunya kandidat kuat untuk menggantikan posisinya adalah GUE, wkwkwkwk.

Semengerikannya kerjaan gue sebagai bendahara gaji yang kisahnya bisa kalian baca disini, sini dan sini, masih lebih mengerikan kerjaan bendahara gue. Bedanya dimana? Gue sebagai ppapb atau lebih ngenanya bendahara gaji hanya mengurus kertas. Karena uang yang gue urus langsung mengalir ke rekening pegawai. Gue gak pegang uang.

Sementara bendahara umum, pegang uang pastinya. Sakitnya tuh uangnya gak dimiliki, hahaha. Namun, wajib hukumnya membuat pertanggung jawaban yang masuk akal kemana larinya uang tersebut. Kalau uangnya lari ke hal-hal yang gak bisa dipertanggung jawabkan tapi lo mesti pertanggung jawabin yang masuk akal, gak gila apa?

Capeknya tuh ituuuu. Berkreasi tanpa batas,wkwkwkwk. Sementara bendahara gaji wajib hukumnya menelan aturan negara sebagai dasar pembayaran yang masuk lewat rekening. Capeknya itu mencoba untuk menjelaskan aturan berlaku yang menurut orang-orang bisa dilanggar, wkwkwkwk.

Apalagi kalau udah kedatangan tim audit yang kinerjanya mirip malaikat pencatat amal baik dan buruk, begh. Bendahara bakalan deg-deg seeeer tuh kalau pertanggung jawaban ketahuan boong alias rekayasa, hahaha. Terus bendahara disuruh mikir keras untuk mengganti pertanggung jawaban boong menjadi pertanggung jawaban masuk akal, wkwkwkwk.

You drive me kreeeeeeeji.

Don’t Lirik Me dooong, Ah…

Doa yang gue langitkan sepanjang tahun 2022 ((( tahun sebelumnya juga tahun-tahun mendatang))) salah satunya adalah keengganan gue menempati posisi bendahara umum. Soal kerja gue bisa, insyaallah. Sejak tahun 2012 gue mendampingi bendahara berkiprah di kantor. Jadi tau banyaklah gimana administrasi bendahara umum.

Justru karena tahu banyak membuat nyali gue menciut. Apalagi melihat bagaimana kita mesti kuat menghadapi interpensyi yang bikin hipertensyi, ooooh no…

Masalahnya, semakin gue gak mau, lirikan itu justru makin mendekat. Sial pangkat semilyar!!! Contohnya kemaren, salah satu teman ppabp, memasukan nama gue ke dalam list nama yang tangguh menjadi bendahara umum, wkwkwk.

Waktu tau nama gue ada, yaaa ngamuklah gue, hahahaha. Walaupun itu cuma list dan pimpinan yang akan menentukan, tapiiiii, don’t liriiiiik me doooong, ah!

Kalau mau dikasih lembur atau honor karena tangguh menjadi bendahara gaji, liriiiik me, pliiiis, wkwkwkwk *cewek matre ke laut aje :p

(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentarlah dengan Bahasa yang Bijak.