2

Feeling Blue. Ramadhan Akan Berakhir

Kendari, 30 April 2022

Hari ini bulan ramadhan memasuki hari ke 28. Selonjoran dikit dia akan meninggalkan kita semua dan bertemu kembali insyaallah dalam keadaan baik dan sehat pada tahun berikutnya. Pada ramadhan 1444H.

Ada rasa bahagia ketika mengetahui kedatangannya. Semenjak bulan Maret tahun 2022, gue udah nyibukin diri mempersiapkan si tamu agung. Lalu berjanji dalam hati bahwa ramadhan 1443 H tahun ini wajib banget bisa setrong dan powerfull dalam menjalaninya.

Bayangan akan khatam al-qur’an, mendekor rumah, membuat kue, sholat tarawih di mesjid membuat gue jauuuuh lebih bersemangat. Moment sekali setahun loh ini. Pahalanya super duper double. Jadi, si tamu agung yang bernama ramadhan, jangan lepas begitu saja. Sayang.

Segala rupa vitamin gue tenggak. Biar badan fit dan kuat. No lemas-lemas club ih. Ucupyo juga demikian. Karena tahun ini adalah puasa (FULL) pertamanya, jadi segala rupa vitamin pun ia tenggak.

Baca : Balada anak berpuasa full untuk pertama kali

Puasanya? Alhamdulillah lancar, walau dramanya luar biasa. Tidak ada yang namanya makanan maupun minuman yang gue sediain di rumah. Isi dapur kosong melompong. Sehabis sholat ashar, barulah gue mulai mengisi kekosongan tersebut, hahaha.

Ramadhan 1443H yang penuh cobaan

Hari ketiga menjalani ibadah puasa, ada yang aneh dengan fisik pak suami. Suhu badannya ampuuuun deh. Panas tinggi. Gue saranin supaya gak puasa dulu. Kalau demam tinggi beginikan harus banget banyak cairan yang masuk biar gak dehidrasi. Ditolak dong. Doi tetap menjalani puasa.

3 hari demam tinggi plus sakit tulang dan sendi, bintik-bintik merah bermunculan. Badan, kaki, tangan gak ada yang kelewatan. Sarampa.

Setelah doi sembuh dari sakit, lanjuuuuuuuut gue yang kena. Bukannya meremehkan sarampa, kalau misal cuman sarampa, insyaallah gue kuat kok. Yang bikin gue kolaps adalah demam tulangnya itu. Berasa sedang ketindihan gajah.

Baca : Sarampa Oh Sarampa

Yang bikin bersyukur banget, karena Ucup hingga detik ini tidak terinfeksi virus yang sama dengan kedua orang tuanya. Thanks god. Gue selalu menolak untuk membayangkan putra mahkota ikut merasakan nelangsanya ketindihan gajah.

Butuh waktu sekitar 2 mingguan untuk recovery. Makan makanan bergizi serta istirahat yang cukup merupakan kunci keberhasilan recovery untuk penyakit demam tulang plus sarampa.

Masih on proses recovery, Mama mertua jatuh sakit dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Beliau demam dan BAB dengan durasi keseringan. Sepertinya beliau salah makan.

Tidak lama kemudian, emak gue sakit dan yeps, masuk rumah sakit karena sakit pinggangnya gak ketulungan. Ampe BAK di tempat tidur. Ampuuuun deh sesama besan kompakan benar.

Tuhaaaaan. Cobaan apa ini?

Saat tulisan ini publish, gue masih stay di rumah sakit. Nemenin mama yang sakit pinggangnya makin parah. Juga babeh gue yang sepertinya latah mengikuti sakitnya mama. Sakit pinggang. Gue paham, babeh pasti stres mikirin istrinya. Makanya ikutan solider sakit pinggang.

Perasaan gue rasanya……

kosong!

Ramadhan akan berakhir

Rupanya waktu telah tiba. Dimana ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Hari ini ramadhan memasuki hari ke 28. Feeling blue banget sih. Rupanya ia akan pergi.

Ada rasa bahagia sekaligus rasa nyeri. Sepaket mengelilingi dunia gue. Sama sekali gak ada bayangan, kalau gue akan melalui bulan ramadhan 1443 H dengan perasaan seperti ini.

Gue yakin, semua ini adalah ujianNya. Selalu ada hikmah dibalik kejadian kan ;). Harapan gue, semoga ramadhan tahun ini menjadikan kita pribadi yang baik dan istiqomah dalam beribadah selama-lamanya. Bukan hanya pada bulan Ramadhan tokh.

Yang bikin bahagia, karena akhirnya gue berhasil menyelesaikan blog ramadhan challange dari blogger perempuan network. Wagelaaaaaaaseh… Beberapa kali gue mau melambaikan bendera putih ke cctv. Pertanda kalah. Karena gak mungkin banget bisa memproduksi tulisan selama TIGA PULUH HARI ditengah gue menjalani ujianNya.

Baca : Blog Ramadhan Challange yang Menantang Adrenalin.

Tapi gue berhasil, gaes. Ibu Raya yang suka kambuh writer blocknya, berhasil. Sedih gak sih? Gue yang malas ngeblog selama 2 tahun akhirnya bisa konsisten menulis selama sebulan. Ampuuuun, sedih beneran gue. Terima kasih ya Blogger Perempuan Network.

Lalu Allah yang begitu baik memudahkan urusan gue di kantor. Proses pembayaran gaji, THR, sertifikasi dosen dan lain sebagainya berjalan mulus tanpa hambatan dalam sekali kirim. Tentunya membuat si pemilik rekening tersenyum bahagia.

Proses pengiriman pembayaran ini biasanya memakan waktu dan berbelit. Kalau lagi mujur ya lolos dalam sekali kirim, tetapi kalau lagi apes, berkali-kali pengiriman baru deh bisa lolos.

Akhir kata…

Semoga kita semua diberi kesehatan, keselamatan dan juga umur sehingga masih bisa merayakan dan menikmati indahnya bulan ramadhan pada tahun berikutnya, berikutnya, berikutnya dan berikutnya lagi. Mohon maaf lahir batin. Maafkan jika selama ini ada salah kata dan membuat hati anda terluka.

Sehat-sehat semua yaaaa 😉

Salam sayang selalu

   ♥

 Rayamakyus
(Visited 10 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: