4

Hai Senin. Be Nice ya!

Hai senin. Be Nice ya!

Senin, hari yang paling membosankan tetapi tidak bisa terhindarkan. Senin merupakan tonggak dari 6 (enam) hari setelahnya. Memangnya bisa melewati hari jum’at sore kalau tidak melewati senin terlebih dahulu?

Gue salah satu orang yang menyuarakan “i hate monday“. Gak tau kenapa, setiap pergantian hari dari minggu ke senin itu bikin uring-uringan. Bayangan tumpukan file di atas meja, rekan kerja yang too much drama, bos yang doyan mengomel dan banyak lagi hal-hal buruk yang terbayang.

Sial pangkat semilyarnya lagi, setiap hari senin itu gue olweis olweis olweis sakit kepala. Vertigo. Naik asam lambung. Apalagi kalau harus menemukan fakta yang berlawanan dengan keinginan gue.

Misal nih ya, ada yang minta tolong kerjaannya gue yang hundle, oh yes maaari… Namun tidak lama kemudian karena they see me doing well, pekerjaan berikutnya datang lagi. Terus kalau ada kesalahan, gue deh yang kena marah. Padahal kan bukan job desc gue, woooi!

Kalau anda bertanya “Mengapa kamu mau-maunya ngerjain kerjaan orang, hah?”

Simpel sih jawabannya. Karena gue makhluk Tuhan yang paling baik, mungkeen, hahahaha anaknya tidak enakan. Tidak enakan menolak perintah apalagi kalau jenis perintahnya itu bagian dari pekerjaan yang bisa gue kerjakan. Dalam organisasi demi mencapai tujuan bersama, maka tim-nya harus saling membantu dong. Sesuai pepatah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Awalnya, gue baik-baik saja ketika menghundle job desc orang lain yang bahasa halusnya membantu. Namun, belakangan ini, orang yang job descnya gue kerjain, malah santai-santai. Bisa mengambil cuti kantor seenaknya. Mentang-mentang kerjaannya gue hundle. Lalu kalau gue yang mengajukan cuti kena penolakan, wkwkwk.

Bubaaaaaaar jalan! Karena itu, berdasarkan diagnosa asal-asalan gue, setiap hari senin kenapa gue sakit? Itu karena gue berusaha memproduksi alasan paling masuk akal menolak job desc orang lain.

Apakah hari-hari berikutnya anda masih menanggung job desc orang lain?

Now days, gue mulai menghindari yang namanya membantu kerjaan orang lain. Fokus job desc gue. Biasanya job desc gue sengaja gue molor-molorin biar terbebas dari tugas ninja  orang lain, wkwkwk. Ampun deeeeh.

Sometimes gue bingung dengan hati gue yang suka munafik. Selalu berkoar-koar dalam mode silent “kerja sesuai tupoksi” tetapi kenyataannya malah membantu. Bisa gak kompak gitu ya? Kalau dari buku sosiologi yang gue pelajari dulu, emang sifat dasar manusia itu zoon politicon , suka bermasyarakat dan berinteraksi dengan sesama. Apakah karena hal itu maka gue gemar membantu menyelesaikan job desc orang laen? Waaarbyasaaaah anda! hahaha.

Apakah setiap senin anda akan sakit karena menderita monday blues syndrome atau yang lain?”

Believe it or not, setiap malam senin, gue nyaris insomnia. Susah tidur. Suka terbayang-bayang gue mesti ngerjain pekerjaan yang bukan tupoksi. Apalagi kalau hari jum’at emang sudah ada sinyal “saaaaay, nanti senin kita kerjain bareng-bareng yach”. Deugh, keringat sebesar biji jagung membanjiri jidat gue.

Kalimat horor yang bikin paranoid. Efeknya sungguh mengganggu. Karena bagi orang lain gue kelihatan polos kali yaaaa, jadi ajakan untuk kerja bareng terasa ringan di ucapkan. Mereka gak tau gimana frustasinya gue yang mau menolak!

Sehingga ketika matahari terbit, kepala kliyengan, mual, terkadang muntah juga. Apa namanya itu coba kalau bukan kecemasan sampe menyebabkan gerd? Itu bagian dari stress! Sueeeer! Yakiiiin gue! Orang yang sedang stress biasanya tak nampak dari luar. Tetapi efek stres menggorogoti tubuh dan membuat imun kita lemah.

Seperti senin ini, tidak ada “titipan”, maka senin gue bahagia. Walaupun gue sedang berpuasa misalnya. Yang parah itu kalau ada titipan -tupoksi- terus gue sedang berpuasa. Sakit fisiknya tak tertahankan. Dunia rasanya terputar. Perut sakit dan endingya muntah. Mau sampai kapan gue menderita seperti ini?

Ketika senin berakhir tergantikan oleh selasa, gue sehat! Ajaib kan? Selasa sampai minggu sore gue sehat wal’afiat. Mau kerjaan gimana banyaknya, bisa terselesaikan dengan baik. Beda beud dengan senin pagi.

Masa mau begitu terus sih? Gak ada usaha untuk melawan senin yang buruk?

Saat ini, salah satu usaha gue adalah berdoa! Karena untuk kesehatan mental yang tentu mempengaruhi fisik. Setiap saat. Mau sampai kapan coba gue menghindar? Kenyakinan gue, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah sebuah misteri ilahi *angkat miiiiiicnya*. Sudah menjadi bagian dari skenarioNya.

Mau melarikan diri sampai kapan coba? Jadi caranya gue curhat ke Tuhan. Meminta gimana respon gue yang berupa penolakan, bisa keterima oleh mereka. Tanpa membuat terluka karena penolakan.

Selain dari pada itu, gue ngantor biasanya rada siangan, wkwkwkk. Karena mencari mood booster yang membuat gue bahagia menghadapi hari senin.

Melawan “i hate monday” sudah masuk minggu ketiga nih. Masyallah kekuatan doa itu manjur! Walau misal nih ya, gue dapat titipan ngerjain tupoksi orang lain, batin gue gak mengamuk.

Gak kayak sebelumnya, gue lemparin file ke mukanya terus kabur dari kantor. Tapi itu hanya halusinasi, zheyenk, wkwkwkwk. Kenapa gak dari dulu gue berdoa spesifikasi jalur kantor ya? Kenapa disaat gue merasa sesak banget baru mengeluarkan jurus doa? Hahahaha.

Gue melihat langsung gimana Tuhan Yang Maha Esa bekerja. Membantu gue. Kalau selama ini gue sering kena titipan ninja, kali ini gue yang nitip kerjaan ke Tuhan, hehehe.

Pamungkasnya adalah gue mengubah mindset. Bahwa semua hari itu baik. Kalau hari jum’at terlihat indah, kenapa senin tidak seperti itu juga?

Senin merupakan hari lahir rasulullah dan hari di turunkan Al-Qur’an. Baik banget senin itu wooi, jangan membencinya doong. Gerakkan segala cara agar mengubah mindset bahwa titipan job desc atau tupoksi orang lain itu yang bikin kamu sakit, bukan karena hari seninnya.

Gimana dengan senin hari ini?

I’m very well. Tadi pagi sempat mual parah. Tetapi berhasil terlewati ketika sudah mendapatkan kembali hormon yang bikin gue semangat. Karena kondisi yang baik, maka gue mengajak Ucup ikut ke kantor. Salah satu malaikat penolong gue yaaa Ucup. Misal kalau ada titip tupoksi, alasan jitu “waaah, susah nih, gue bawa ucup”, huwahahaha.

 

Selamat hari senin gaes…

(Visited 13 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: