0

Hak dan Kewajiban Penerima Tunjangan Serdos Setelah Pulang Studi

Hak dan kewajiban penerima tunjangan serdos setelah pupang studi. Dalam dunia dosen, serdos tidaklah asing. Serdos itu kepanjangan dari Sertifikasi Dosen. Adalah tunjangan bagi dosen sebagai penghargaan terhadap kinerja dosen untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap dosen yang memenuhi syarat, berhak untuk mendapatkan serdos.

Sebagaimana Tuhan menciptakan segala sesuatunya senantiasa sepaket, sama halnya dengan serdos. Ketika dosen berhak menerima tunjangan serdos, tentu ada kewajiban yang dilaksanakan agar hak tersebut terpenuhi.

***

Siang pada tahun 2018, lupa tanggal berapa. Yang jelasnya saat itu saya sedang ngemil somay sambil nonton drama Korea, datanglah 2 orang auditor keuangan ke ruangan saya. Bukan untuk melamar jadi besan tentunya. Melainkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada laporan keuangan di unit kerja saya.

Vibesnya beda banget. Berasa sedang kedatangan malaikat Raqib dan Atit. Suhu ac ruangan saya yang cuman 25° derajat celecius berubah menjadi minus derajatnya dalam seketika. Dingin yang mencekam dan terasa membeku.

Apa kabar auditor akhirat ya? Kedatangan auditor keuangan saja yang berpijak di bumi Kendari sudah memporak-porandakan suasana hati kami yang damai dan tentram apalagi nanti di akhirat kelak? hihihihi.

Setelah berkanalan dan bercakap-cakap sedikit biar suasananya gak berasa lagi di dalam freezer, barulah sesi tanya jawab dimulai. Mereka menemukan data -yang menurut mereka salah- terkait dengan pembayaran tunjangan sertifikasi dosen -serdos-. Apalagi penerima serdosnya ini baru  menyelesaikan study S3.

Sambil memegang selembar kertas yang saya yakini adalah SPMT -Surat Perintah Melaksanakan Tugas- yang bersangkutan, mereka bertanya APA DASAR IBU RAYA MEMBAYARKAN TUNJANGAN SERTIFIKASI DOSENNYA? Yang ditanya mendadak batuk dan menggaruk tengkuk yang tidak gatal. Aroma pembantaian di depan mata. Mari kita saling membantai.

Saya menjawab dengan fasih sambil menatap keempat bola mata mereka. Ibarat kata nih, i shoot straight on their eyes. Berasa seperti Cut Nyak Dien yang menghadapi kompeni. Dasar saya membayarkan serdos yang bersangkutan karena :

  1. Telah terbit SMPT. Artinya apa? Status yang bersangkutan telah aktif seperti sedia kala.
  2. Yang bersangkutan dulunya adalah ketua tim penguji skripsi sehingga skripsi saya nilainya A
  3. Sisi kemanusiaan saya yang luar biasa mulianya, hahahhaa.

Dan yeah saya mengaku kalah setelah mengetahui jawaban saya salah! Pembayaran tunjangan tidak berdasarkan kemuliaan hati dan pengamalan pancasila sila kedua, melainkan ada aturan tegas yang mengatur bagaimana tunjangan serdos dibayarkan berdasarkan kewajibannya sebagai dosen.

***

Serdos, apa itu?

Serdos a.k.a Sertifikasi Dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada dosen. Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya.

Dosen itu sendiri adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melihat definisi serdos seperti paragraf di atas, lantas kenapa saya dianggap salah dalam membayarkan tunjangan sertifikasi dosen? Bukankah memang sudah sepantasnya ia menerima tunjangan sertifikasi dosen? Pertanyaan saya waktu itu saat belum mengetahui aturan yang menyelimutinya.

Lalu tim audit menjelaskan kesalahan saya dalam pembayaran serdos. Masalahnya adalah yang bersangkutan baru menyelesaikan studinya dan status studinya adalah tugas belajar. Sementara dosen yang selesai sekolah dengan status tugas belajar setidaknya aktif mengajar paling tidak 5 (lima) kali pada kelompok yang sama.

Kemudian melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling sebanyak 16 (enam belas) sks pada setiap semester.

Syarat Penerima Serdos

Sebagian besar dosen tentu sudah mengetahui syarat sah-nya menerima serdos. It’s not easy. Tantangannya besar. Semakin tahun semakin tinggi tingkat kesulitan untuk menerima serdos. Tapi percaya deh, kalau rejeki gak lari kemana kok.

Syarat paling utama adalah diberikan kepada dosen yang memiliki jabatan akademik Asisten ahli, Lektor, lektor kepala dan profesor.

Hak dan Kewajiban Penerima Tunjangan Serdos Setelah Pulang Studi

Hak dan Kewajiban Penerima Tunjangan Serdos Setelah Pulang Studi

Syarat berikutnya adalah bagaimana isian BKD -Beban Kerja Dosen-nya. Apakah mencukupi 9 (sembilan) sks? Pengabdian kepada masyarakat juga aktif atau tidak?

Bagaimana dengan dosen yang baru aktif setelah pulang dari studi? Setelah konsultasi dengan tim audit dan membaca aturan yang berlaku, dosen baru pulang studi berhak menerima kembali tunjangan sertifikasinya apabila telah melengkapi salah satu syarat, yaitu BKDnya setidaknya 12 SKS dalam 1 semester. Satu semester!

***

Singkat kata singkat cerita, karena kasus serdos yang salah itu akhirnya tim audit memutuskan meminta pengembalian atas tunjangan serdos yang saya bayarkan selama 3 bulan terhitung sejak keluarnya spmt bulan Maret 2018. Tunjangan terbayarkan sejak April s.d. Juni 2018. Tetapi yang namanya pengembalian, aduuuh prosesnya rempong beut dah! Tidak segampang yang dipikirkan.

Saya mencoba peruntungan dengan melobi tim audit, bagaimana kalau selama 3 bulan kedepan, tunjangan serdosnya saya tahan sebagai bagian dari pengembalian ke kas negara? Sambil menunggu BKD yang bersangkutan dalam 1 semester terhitung sejak terbitnya spmt.

Tim audit meng”iyaa”kan dengan catatan saya harus melaporkan BKD yang bersangkutan dan melaporkan bukti bahwa saya tidak membayarkan tunjangan serdosnya hingga terbit BKD resmi dari tim verifikator unit kerja saya.

Bedanya Serdos Program Tugas Belajar dan Izin Belajar

Bedanya penerima tunjangan serdos yang sedang lanjut studi program izin belajar, apabila telah memiliki sertifikat pendidik dan telah menerima tunjangan profesi sebelum melanjutkan pendidikan, tunjangan serdosnyanya tetap terbayarkan.

Selain itu, Pns dosen yang melanjutkan studi atas biaya sendiri dengan izin belajar, dapat diikut sertakan sebagai peserta sertifikasi dosen. Karena tidak meninggalkan tugas kedinasan atau pekerjaan sehari-hari sebagai pns.

Sedangkan penerima serdos program tugas belajar, pembiayaannya bukan atas biaya sendiri dan meninggalkan tugas sehari-hari sebagai pns. Sehingga pns dosen yang sedang tugas belajar tidak dapat diikut sertakan sebagai peserta sertifikasi dosen.

Apabila dosen pns yang sebelum tugas belajar telah memiliki sertifikat pendidik dan telah menerima tunjangan profesi, maka selama tugas belajar tunjangan profesinya dihentikan pembayarannya. Bilamana telah selesai program tugas belajar, untuk ikut serta sebagai peserta sertifikasi dosen tentunya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • Telah dikembalikan secara resmi oleh institus tempat belajar
  • Aktif kembali sebagai dan diberi tugas mengajar oleh pejabat yang berwewenang, biasanya terdapat dalam SPMT a.k.a Surat Perintah Melaksanakan Tugas
  • Telah aktif mengajar dan melaksanakan Tridharma perguruan tinggi.

***

Apakah masalah tunjangan serdos berakhir? Tidak Maria Marcedes! Kanyataannya pada tahun 2020 masalah kembali berulang. Peserta serdos baru pulang studi dengan program tugas belajar.

Bagaimana tidak bikin nangis coba kalau yang bersangkutan ngotot minta dibayarkan serdosnya, karena mengantongi statemen dari pihak kepegawaian bahwa Serdos itu hak yang diterima oleh dosen. Sementara mungkin saja. Mungkin loh yaaaa, dari kepegawaian tidak menjelaskan kewajiban dosen yang harus terpenuhi. See, SPMT mereka bulan Juni 2020 dan minta untuk dibayarkan tunjangan serdosnya pada bulan Juli 2020.

Kumenangiiiiiiiiis membayangkaaaaaaaan.

Sementara saya sudah menjelaskan aturan yang masih saya pegang hingga saat ini ini. Yaitu Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan profesor.

Bahwa untuk menerima tunjangan sertifikasi dosen bapak/ibu penerima serdos yang baru pulang studi wajib melaksanakan kewajiban mengajar, menguji dan Tridharma perguruan tinggi selama 1 (satu) semester terhitung sejak terbitnya SPMT dari pimpinan satuan kerja. Sehingga prosesi pembayaran tunjangan dilakukan pada semester berikutnya.

“Serdos itu hak kami, Raya”…

Iya yahnda bunda, saya paham serdos itu hak dosen, tetapi untuk mendapatkan serdos apalagi statusnya baru pulang sekolah dengan program tugas belajar wajib menjalankan 2 (dua) kewajiban seperti yang sudah saya jelaskan di atas.

Setelahnya, saya bersama teman-teman bendahara gaji dari Unit kerja lainnya mendatangi pimpinan langsung kami, bapak Kabag. Keuangan dan ketua tim verikafikasi BKD  untuk menanyakan apakah ada perubahan aturan mengenai dosen penerima serdos yang baru pulang sekolah? Jawaban beliau sama dengan pemahaman kami yang sudah saya jelaskan di atas.

Pertemuan bersama Ketua tim verifikasi BKD

Pertemuan bersama Ketua tim verifikasi BKD

Karena tidak puas mendatangi 1 pimpinan, kami menemui pimpinan tertinggi yaitu ibu Wakil Rektor bidang keuangan untuk menanyakan hal yang sama. Jawaban beliau pun sama dengan pemahaman kami.

Pertemuan Bersama Ibu Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kabag Keuangan membahas aturan penerima serdos yang baru pulang sekolah

Pertemuan Bersama Ibu Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Kabag Keuangan membahas aturan penerima serdos yang baru pulang sekolah

“Begitulah kita sebagai pilar keuangan, harus tahan banting ketika bertemu dengan orang-orang yang belum memahami aturan sepenuhnya. Disitulah peran kita dan pastikan kita memegang aturan yang berlaku. Pilar keuangan harus banyak membaca aturan”

Kata ibu Wakil rektor sebelum mengakhiri pertemuan kami. Seperti habis menenggak vitamin imunbooster, nasehat beliau memberikan kami semangat baru. Pilar keuangan, ciyeeeeh.

Apabila saya membayarkan serdos karena mengamalkan pancasila sila kedua dan kedapatan sama tim audit (laaaaagi?) sudah pasti saya kena lapor ke pimpinan tinggi satuan kerja saya. Lalu ketendang ke luar provinsi untuk menjalani program tugas belajar juuuga. hihihihi.

Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Kasus serdos tahun 2018 cukup menjadi pembelajaran bagi saya mengenai tatacara pembayaran tunjangan sertifikasi dosen yang tepat sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

***

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman yang sedang mencari tau aturan mengenai pembayaran tunjangan sertifikasi dosen yang baru pulang studi maupun penerima serdos baru. Lengkap tersaji dalam peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Profesor.

Juga Studi Lanjut bagi pns dosen dalam kaitannya dengan kenaikan pangkat, jabatan, sertifikasi dosen dan evaluasi beban kerja dosen. Kementerian Pendidikan Nasional Biro Kepegawian Tahun 2010.

Mohon maaf apabila ada salah kata 🙂

(Visited 27 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: