2

Hangout ke Kebun Raya Kendari, Solusi Tepat Mengatasi Mager yang Melanda

Hangout ke Kebun Raya Kendari, solusi tepat mengatasi mager yang melanda. Kalimat tersebut persembahan dari salah satu ratu mager cabang Sulawesi Tenggara yang tulisannya ini sedang kalian baca. Beliau ingin jangan ada wanita-wanita mager bertebaran di bumi ini. Karena sungguh kemageran itu adalah contoh yang salah terhadap tumbuh kembang generasi penerus kita *halaaah*.

Hari ahad adalah hari tersakral gue. Hari favorite yang kebanyakan aktifitasnya adalah makan, tidur, nonton, sekrol instagram, makan lagi, tidur lagi, lanjut nonton, ngemil dan buwanyak lagi. Kalau kata orang sekarang “mager”. Istilah mager -malas gerak- ditujukan untuk orang-orang yang sudah terlanjur nyaman beraktifitas sambil duduk santai atau tidur-tiduran.

Berhubung setiap senin gue sering terkena syndrome monday blues yang kisahnya bisa kalian intip in here menyebabkan gue sangat menghindari aktivitas berat pada hari ahad. Kecuali mendapat kecaman dari orang tua atau mama mertua untuk menghadiri kondangan yang wajib hukumnya! Yeah! Kalau para tetua sudah ngasih ultimatum, gue bisa apa? hahaha

Seperti Ahad ini, karena niat dari jauh hari mau belanja persiapan memasuki bulan suci tetapi karena gue magernya hanya Allah yang tau menyebabkan anak dan suami bersekutu membuat gue terhempas dari ranjang dan keluar untuk menghirup udara segar.

And here we are

Kebun Raya Kendari

Kami memilih untuk mengunjungi salah satu objek wisata Kota Kendari yang mengusung konsep RTH (Ruang Terbuka Hijau), yaitu Kebun Raya Kendari. Oh toloong, ini bukan kebun milik ibu Raya, melainkan program menteri PUPR kerja sama dengan pemerintah setempat dalam membangun serta menata kebun raya agar layak menjadi tempat tujuan wisatawan, tempat edukasi, dan lokasi penelitian bagi dosen maupun mahasiswa.

Konsep RTH itu sendiri tentu memiliki dampak positif bagi pengunjung, yakni perbaikan kualitas udara, serta kontribusinya terhadap konservasi tanah maupun air. Solusi tepat mengatasi mager yang melanda. Kamu bisa menemukan banyak hal dan membuatmu bersyukur masih bisa menghirup udara segar.

***

Pagi-pagi sekali, sekitaran jam 7 pagi kami menembus kabut tipis-tipis menuju Kebun Raya Kendari. Lokasinya berada di Kecamatan Poasia, tepatnya di Nanga-Nanga. Melewati jalan rusak yang mengocok perut.

Kebun Raya Kendari kan salah satu destinasi wisatawan yang maen ke Kendari, akses jalannya kok luar biasa memprihatinkan. Jalanan 50% dalam kondisi rusak.

Ya moso dari wilayah jajahan menuju Kebun Raya Kendari, mesti nenggak obat anti mabok sih? Padahal tempat tinggal gue berkecamatan yang sama dengan lokasi Kebun Raya. Bukankah cara itu mbikin gue makin mager karena efek obat anti mabok?

Sukses berperang melawan mabok, kami melewati jalanan rusak dan ketika mendekati lokasi Kebun Raya, masyaallah jalananya baguuuuus. Mulus. Rata!

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Kendari

Memasuki gerbang Kebun Raya Kendari, kami mendapati loket pembayaran tiket masuk. Tiket masuk perorang sebesar 5.000,-. Pun dengan kendaraan beda tarif antara roda dua dan roda empat. Sebelumnya masuk kesini tuh gratis.

Gue setuju dengan pemberlakuan biaya masuk. Agar Kebun Raya Kendari makin terjaga kelestariannya dan wahana untuk belajar sekaligus bermain bertambah banyak. Ya makin betah doong maen kesini. Makin banyak yang bisa di explore.

Apaan Ajah yang Ada di Kebun Raya Kendari?

Fyi nih, luas Kebun Raya Kendari 113 Ha berada dalam hutan Nanga-nanga. Ada banyak tempat yang bisa kamu eksplore dan bisa membuat magermu hilang.  Jadi tolong bayangkan lokasi seluas itu kamu lari-lari dan gegulingan pun bisa, antara lain :

♥ Camping Ground

Camping ground berguna untuk camping dengan hamparan flora yang beragam. Tempatnya teduh seperti suara payung teduh. Banyak pepohonan besar yang membuat tempat ini enak banget dipake untuk camping.

Karena gue kesini masih pagi banget, jadi belum ada yang menggelar tikar sambil hahahihi sama keluarganya. Biasanya jam 8 atau 9 mulai berdatangan wisatawan, entah bersama keluarga atau rekan kerja berkemah ala-ala. Sejujurnya, pemandangan orang-orang yang berkumpul bersama sambil menikmati alam bebas bisa bikin kita bebas mager loh.

♥ Puncak Kebun Raya Kendari

Berjalan lebih maju sekitar 10 meter dari lokasi camping ground, kamu akan menemui jejeran tangga yang belum naik ajah udah bikin lutut lemes, hahaha. Tapi yoks ah buktikan pada dunia, bahwa tulang kita masih kuat untuk memanjat tangga. Manjat sosial media ajah kok bisa, masa manjat tangga auto encok?

Yeps, kemageran gue lenyap setelah sukses menapaki setiap anak tangga hingga menuju puncak Kebun Raya Kendari. Keringat bercucuran membasahi pakaian gue. Lumayan pembakaran kalori. Dari puncak ini kamu bisa melihat ke bawah. Orang-orang berdatangan dan bangunan seperti miniatur, saking tingginya puncak Kebun Raya.

Adalah menara tempat memantau. Gitu yang gue pahami. Karena dari atas kita bisa melihat aktivitas pengunjung yang berdatangan. Waktu gue naik, gak sanggup melihat lebih jauh, lutut lemeees saking tingginya. Bayangan jatuh terperosok ke dalam jurang membuat nyali gue ciut.

♥ Taman Ultrabasa

Nah, tanaman ultrabasa yang menjadi iconic Kebun Raya Kendari. Karena pada taman inilah seluruh tanaman tertentu yang hanya tumbuh pada tanah yang mengandung mineral ada disini. Sifat edukatif dari Kebun Raya Kendari ada pada taman ini.

Jadi, tidak heran banyak pengunjung dari kalangan anak sekolah sering berwisata ke Kebun Raya Kendari untuk mengenal lebih jauh tentang flora yang tumbuh ada di sekitaran kita.

Mengelilingi taman Ultrabasa salah satu alternatif menghilangkan rasa mager yang terpatrit dalam tubuh. Bayangkan saja, kamu yang lagi mager, terus mengelilingi taman ini, ya pastilah magernya kabur.

Hormon serotonin kamu bangkit karena mendapatkan cukup sinar matahari. Alhasil? Kamu menjadi semangat bergerak dan say good bye sama mager!

♥ Aliran Sungai yang Bersumber dari Mata Air Alami

Setiap menginjakkan kaki ke Kebun Raya Kendari, satu hal yang paling gue dan Ucupyo gilai yaitu bermain air. Setelah puas membakar kalori dan membangkitkan hormon semangat dengan mengelilingi Kebun Raya Kendari, kami bermain air hingga puas. Tanpa pungutan biaya!

Pengelola Kebun Raya Kendari sedang berinovasi dengan membuat kolam atau semacam bendungan yang dapat digunakan pengunjung untuk bermain air. Aliran air bersih yang bersumber dari mata air alami dari pegunungan belakang hutan nanga-nanga.

Sensansi dingin airnya segeeeer banget. Maen air dikelilingi pepohonan rindang nan sejuk tentunya menjadi incaran anak ketika memilih untuk berwisata ke Kebun Raya Kendari. Jangankan anak kecil, anak dewasa saja kedoyanan, hahaha.

Sepanjang aliran sungai yang membentang, ada beberapa titik lokasi yang terdapat tumpukan batu. Batu-batu inilah menjadi media air berkumpul sehingga membentuk wadah seperti kolam. Konsepnya sungai pedesaan sekali and i love it.

Semoga kedepannya pengelolaan Wisata Kebun Raya Kendari semakin baik lagi dan menambah wahana yang bisa meningkatkan adrenalin pengunjung. Jika tulisan terbaca oleh pengelola Kebun Raya Kendari, plis banget bapak/ibu, disediakan dong tempat untuk camping beneran atau semacam kegiatan edukatif sambil nginap di tenda gitu loh. Pasti pengunjungnya makin ramai 🙂

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Raaaaaaaya (@rayamakyus)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Raaaaaaaya (@rayamakyus)

Hangout ke Kebun Raya Kendari, solusi tepat mengatasi mager yang melanda, yoi banget. Setiap gue ada kecenderungan mager, suami selalu mengajak gue olahraga ke Kebun Raya Kendari. Biar bisa menghirup udara segeeeer plus mensuplay vitamin D gratis langsung dari langit. Plus bisa ngevlog dan hahahihi.

Cuplikan tayangan pada reels instagram gue sepertinya cukup menggambarkan bagaimana serunya mengelilingi taman tersebut. Ga bakalan mager deh kalau sudah menginjakkan kaki ke sana.

Salam anti mager,
Rayamakyus.
(Visited 22 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: