0

I Think Im Fall In Love

I think(1)

20.09 waktu Kendari. Disaat rintik hujan sepenuhnya berhenti mengaliri kehidupan malam kota. Suara merdu imam melantunkan ayat suci Al-qur’an menjalari hatiku yang rindu akan suasana sholat tarawih berjamaah di mesjid. Potongan ayat demi ayat menflasback ingatanku ke masa-masa berseragam putih biru. Masa pubertas berselimut islami. Ah, indahnya masa remaja.

Disisiku seorang -calon- pemuda yang akan memuliakan mesjid sedang mengeja alphabeth. Membiasakan lidahnya untuk fasih. Aku mengajaknya tidur diiringi lantunan suci ayat al qur’an yang terdengar jelas hingga ke kamar.

“Mama.. ququ’an” katanya. Kini ia merebahkan diri di kasur. Menuntun tanganku menggaruk-garuk punggungnya dengan gerakan slow motion. Oh Tuhan, aku sibuk dengan gadgetku. Memerhatikan chatingan, berita terkini mengenai tupoksiku di kantor dan mengunduh musik bebas copy right untuk backsound videoku.

Aku menggaruk-garuk punggungya tetapi tetapi fokus dengan gadget. Sekali lagi, pemuda itu memanggilku. “mama.. ququ’an”. Aku menghentikan kegiatan ngesosmed, lalu menekuni menggaruk punggung lelaki kecilku.

Ibarat lampu, matanya sisa 5 watt. Sayup-sayup manja. Namun ia enggan memejamkan mata walau tanganku sedang menggerayangi punggungnya. “mama.. ququ’an”. Aku mengambil al qur’an dan memberikannya. Mungkin ia latah ingin mengaji karena mendengar suara ayat suci al-qur’an di mesjid depan rumah.

“ich mama.. ququ’an” ia mengeja kata qu qu’an.

Aku membaca beberapa ayat dalam al qur’an. Ketika aku pikir ia akan tidur dengan sempurna, aku menutup al qur’an dan menemukan wajahnya sedang menatapku. “mama.. ququ’an”.

Aku bingung. Oh lelakiku, apa keinginanmu sebenarnya?

Lalu tanpa sengaja aku mengeja huruf hijaiyyah seperti dalam kartun kesayangannya ‘Upin Ipin’. Ia memperhatikanku dengan khusyuk. Lalu tersenyum. Maniiiiiis sekali. Aku mencium keningnya. Menggigit rambutnya yang seperti indomie lalu berbisik di telinganya “Ucupyo bobo dong”.

“Ucup bobo mama ququ’an”

Kembali aku berdendang sambil mengeja huruf hijaiyyah. Tangannya meraba-raba bajuku, meminta jatah asi. Ketika mengetahui bahwa asi adalah untuk anak bayi dan bukannya untuk anak yang sudah besar, ia protes keras. Hahahhaa.

Dengan sukses aku mengarragment sebuah lagu -yang entah apa namanya- yang isinya surah Al fatihah, Al ikhlas, Al falaq, An nas dan ayat kursi.  Ia tertidur pulas. Aku menowel pipinya, menggigit pipinya, mengacak-acak rambutnya -padahal jika aku mengacak rambutnya ia akan marah- menggaruk telapak kakinya, ia tidak protes. Sepertinya ia sudah di alam mimpi.

****

Taukah perasaan apa yang kurasakan? Aku merasa sedang jatuh cinta pada seorang lelaki kecil yang pernah hidup dalam rahimku selama 9 bulan. Menerima segala jenis kasih sayang secara utuh -oh jelas karena hingga kini Allah SWT belum menghadiahinya seorang adik yang akan memanggilnya brother- baik dariku, papanya dan semua keluargaku dan orang-orang yang mengenalnya baik di dunia nyata ataupun di dunia maya.

Sejak memogramkannya, jelas aku sudah mencintainya. Melahirkanya hingga kini ia berusia 3 tahun 9 bulan. Ibu mana cooba yang tidak mencintai darah dagingnya sendiri?

Malam ini, ia membuka mataku. Menyuruhku untuk membuang gadget dan fokus untuk merangsang intelency dan emosional questionnya. Seolah ia berkata “aku calon penghapal al qur’an, mama. Tolong lah bantu aku mengenal al qur’an”.

Oh anakku.

Bulir air mata menggenang di sudut mata lalu turun membasahi pipiku yang banyak bopeng bekas jerawatnya tanpa jeda. Dalam tidurnya yang nyenyak, aku menyeka anak rambutnya yang berantakan di dahi. Mencium keningnya. Ia bergerak sedikit mungkin terkaget karena ketika aku menciumnya, hidungku sedikit offside ke lubang hidungnya karena bapaknya sudah pulang dari sholat tarawih. Pantang bagiku ketahuan menangis seorang diri!

Sejak pagi aku tidak menyentuh gadget, aku sibuk dengan deadline pekerjaan di kantor. Barulah jam 5 sore aku pulang ke rumah. Sehabis makan malam bersama anak lelakiku, aku mengajaknya tidur. Dan aku bermain gadget. Sayangnya tidak seperti keinginannya. Ia ingin aku memanfaatkan gadget dengan mendownload lagu atau video islami yang bisa membantunya mengenal bahkan menghapal ayat suci al-qur’an.

Insyaallah nak. Insyaallah. Mama dan papa akan membantu ananda mewujudkan cita-cita ananda setinggi angkasa. Kejarlah duniamu, tapi jangan pernah melupakan akhirat.

Kamis, 31 Mei 2018

 

(Visited 17 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: