2

Ibu Raya Kepengen Hamil

Gak salah doong kalau doa dan keinginan terbesar gue tahun ini adalah hamil lagi. Menghadiahi Ucupyo seorang adik. Hingga saat ini posisi Ucupyo masih anak semata wayang. Belum memiliki teman rese’ di rumah. Tahun lalu sempat nyaris punya adik. Qadarullah, gak jadi. Baru hitungan beberapa minggu, ia sudah keluar.

Oh jangan tanya perjuangan gue. Setidaknya gue sudah mengunjungi tiga dokter spOg yang namanya cukup harum se Kota Kendari. Hasilnya bersih. Ga ada masalah apa-apa dan semoga seterusnya gak ada masalah dengan kandungan gue.

Apa yang orang lain bilang sebagian besar gue ikuti supaya bisa hamil, ya kecuali gue disuruh makan makanan haram. Sampe suami gue lelah mental ngadapin gue yang kepengen hamil, wkwkwk.

Sampe gue memutuskan menjadi vegetarian dan gue beneran kurus. Karena kaan ceritanya gue salah satu wanita dengan tingkat hormonal tinggi. Cirinya adalah wajah gue berjerawat dan memiliki bulu di dagu. Iyaaa, jenggot. Apa namanya coba kalau ada salah satu hormon gue berlebih?

Katanya kaaan supaya hormon gue stabil, gue mesti menjadi vegetarian. Gitu kata orang-orang yang juga lagi promil. Dan gue sukses besar doong.

BB gue turun nyaris 7 kilo. Gue pikir menjadi kurus itu bagus. Karena pakaian kecil pun muat. Ealaaaah ternyata malah membuat gue terlihat seperti nenek-nenek. Muka persegi lagi lonjong sungguh tidak keren jika kurus.

Bubaaaaaar jalan! Gue berhenti menjadi vegetarian. Mending menerapkan pola makan sehat biasa ajah. Yang penting hindari jenis makanan yang mengandung tepung berlebih.

Lalu berita duka muncul ditengah kegamangan gue pengen menghadiahi Ucupyo seorang adik, dukun beranak langganan gue meninggal dunia. Beliau dukun terlatih yang mendampingi gue saat hamil dan melahirkan Ucupyo delapan tahun silam. Kiprah dukun beranak kebanggaan gue itu, kisah heroiknya ada dalam post ini.

Oh belum sampai disitu kesedihan gue. Bidan yang juga selama ini mengetahui cita-cita besar gue yang kepengen hamil dan senantiasa ada setiap gue butuh bantuan ikut-ikutan dukun gue. Berpulang ke kampung akhirat. Gue shock dan nangis sejadi-jadinya.

Tuhan, ini apa? Cobaan apa? Mengapa engkau mengambil mereka berdua pada bulan yang sama? Jedanya hanya 5 hari. Padahal waktu tahun lalu saat gue berhasil hamil, mereka berdualah yang paling excited menyambut si calon adik Ucup. Lalu ketika dokter menvonis bahwasi calon bayi telah tiada, mereka berdua pulalah yang paling sedih melebihi kesedihan gue sendiri.

Semoga Allah menempatkan kedua orang baik tersebut ke tempat yang paling baik di sisiNya. Amin.

(Visited 10 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: