7

Ketika Anak Mengalami Speech Delay (Keterlambatan dalam Berbicara). Apa yang Harus Mom Lakukan?

Hi moms, mendengar kata Speech delay, jelas pikiran akan terbang kesana-kemari memikirkan sesuatu yang tidak normal terhadap tumbuh kembang anak kita. Betul bukan? Jika kita sering mendengar sebuah penerbangan delay karena cuaca buruk. Lalu apa itu speech delay? Mengapa speech delay sering melekat pada anak yang belum bisa berbicara dan bebahasa? Apa yang menyebabkannya? Dan mengapa speech delay terjadi pada anak kita? Dosa apakah yang pernah kita lakukan sehingga anak kita mengalami speech delay?

Speech delay adalah gangguan atau keterlambatan dalam berbicara dan menggunakan bahasa pada anak dalam kehidupan sehari-hari. Anak mengalami keterlambatan yang tidak sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya.

Something that

Pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development) memiliki pengertian yang sama, yaitu sama-sama mengalami perubahan, namun secara khusus keduanya berbeda. Pertumbuhan bersifat kuantitas, ditandai dengan kompleknya sistem jaringan otot, sistem syaraf serta fungsi sistem organ tubuh lainnya dan dapat diukur. Sedangkan pertumbuhan terjadi secara stimultan dan menunjukkan adanya perubahan dari waktu ke waktu. Baik fisik maupun psikologis.

Baca : My Child My Adventure

***

Sejujurnya anak saya divonis speech delay oleh dokter spesialis anak Kendari karena usia 2 tahun 8 bulan belum bisa mengucapkan sebait kalimat. Ealaaaah, jangankan kalimat, mengucap kata ‘mama’ saja dia belum bisa. Sampe’ di rujuk ke Makassar atau Jakarta. Cari dokter tumbuh kembang anak.

Hati orang tua mana yang tidak sedih cooba? Anak saya speech delay? Ora isooo? Wong mamaknya saja suka sakit kalau dalam sehari gak ngomong! Diagnosanya salah nih pasti. Yakin saya mah! Hingga saya memberanikan diri mengetik kata ‘speech delay’ dan menemukan ciri-ciri tersebut memang ada pada anak saya. Damn!

Ciri-ciri Speech Delay pada Anak

  • Tidak mengeluarkan sepatah kata pun

  • Bisa bicara tetapi belum bisa merangkai kata dengan benar.

Karena sejatinya :

1.Anak mampu mengucapkan perulangan suku kata antara umur 12-15 bulan

2. Mengerti kata-kata sederhana pada umur 18 bulan

3. Berbicara dengan kalimat pendek pada umur 3 tahun

4. Bercerita tentang cerita sederhana pada umur 4-5 tahun.

Sejak saat saya tau anak saya mengalami speech delay, barulah saya aktif mencari tau semua yang berhubungan dengan speech delay. Jika anak saya berbicara sesuai dengan runutan tumbuh kembangnya, mungkin saya tidak pernah tau dan tidak mau tau yang namanya speech delay. Inilah hikmahnya, saya belajar lebih banyak mengenal kebesaranNya dan bersyukur dengan kehidupan yang Allah berikan.

Lanjuuuuuut!

Penyebab Speech Delay

Berdasarkan jurnal penelitian yang saya baca, fakta di lapangan menunjukkan bahwa anak perempuan umumnya cenderung lebih cepat berbicara ketimbang anak laki-laki. Banyak hal yang bisa mempengaruhinya.

# Faktor Genetika

Faktor ini merupakan bawaan dari orang tuanya. Jahadi, zaman saya bayii dulu itu juga mengalami speech delay, hahahha. Selain itu dipicu karena hormon testoteron yang tinggi pada janin. Pada bayi laki-laki yang terpapar testoteron yang tinggi dalam janin 2 kali lebih mungkin mengalami keterlambatan dalam bahasa.

Oh well, saya memang mengalami apa yang disebut ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Kelebihan hormon testoteron dalam tubuh saya menyebabkan saya jenggotan! Plis deeeh, gak usah nyinyir gitu, toh genetika saya sudah begitu adanya. Jadi, wajar jika kelebihan hormon tersebut ada dalam tubuh anak saya.

Oh ya, hormon testoteron memanglah hormon yang ada pada tubuh laki-laki. Dan jika hormon tersebut kelebihan dosis pada tubuh wanita, ya hasilnya bakalan jenggotan atau kumisan. Atau…..? bulu dada-an? hahahaha.

# Faktor Lingkungan

Faktor disini bisa jadi karena pengasuhnya silent person alias orang yang pendiam banget, sampe anak gak diajak ngomong :D. Lingkungan anak yang tidak mendukung dalam perkembangan bahasanya.

# Faktor Sosial

Oke, faktor ini tepatnya bagaimana anak kita bersosialisasi dengan teman sepermainannya.  Biasanya, anak terlambat bicara secara fungsional karena kurangnya latihan, lebih banyak bermain sendiri, terlalu banyak menonton TV atau menggunakan dua atau lebih jenis bahasa.

Baca : Pengaruh Bermain Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Attention Please!

Pada dasarnya jika anak terlambat bicara namun mengerti semua yang diucapkan padanya dan mampu berinteraksi dengan baik di sekitarnya, maka perihal “anak terlambat bicara dapat di toleransi.

Namun bila anak terlambat bicara disertai dengan tidak mengeti dengan yang diucapkan oleh orang lain, hiperaktif, tidak merespon jika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti, gangguan pendengaran, atau gangguan psikologis, maka segeralah mom membawa anak ke dokter spesialis anak.

***

Perkembangan bahasa merupakan salah satu indikator perkembangan menyeluruh dari kemampuan kognitif anak yang berhubungan dengan keberhasilan di sekolah. Jadi ceritanya, berdasarkan jurnal yang saya baca, tiga tahun pertama kehidupan anak merupakan periode kritis kehidupan anak.

Anak yang mengalami kelainan bahasa pada pra sekolah 40% hingga 60% akan mengalami kesulitan belajar dalam bahasa tulisan. Jika gangguan bicara dan bahasa tidak  diatasi dengan tepat, akan terjadi gangguan membaca, kemampuan verbal, perilaku  dan kemampuan akademis yang buruk.

Saya pun baru mengetahui ternyata ada perbedaan antara bahasa dan bicara. Saya pikir, jika mampu berbicara artinya sudah mampu berbahasa, ternyata saya keliru :D. Berikut perbedaan bahasa dan bicara.

 ♠ Bicara

Pengucapan yang menunjukkan keterampilan seseorang mengucapkan suara dalam suatu kata.

 ♠ Bahasa

Menyatakan dan menerima informasi dalam suatu cara tertentu. Bahasa merupakan salah satu cara berkomunikasi.

Mengapa Anak Laki-Laki Cenderung Terkena Speech Delay?

Ketika keluarga saya mengetahui anak saya speech delay atau terlambat berbicara dan bahasa, jawaban mereka kompak “Begitu memang anak laki-laki. Sering terlambat bicara. Santai aja yang penting anakmu normal”.

Jadilah saya menerka-nerka, selain karena jurnal penelitian yang membahas karena anak laki-laki terpapar hormon testoteron yang tinggi dalam janin, juga disebabkan anak laki-laki biasanya aktif bergerak sehingga sulit konsentrasi dan fokus.

Sebenarnya bukan hanya anak laki-laki saja sih, ponakan teman saya perempuan namun gerakannya aktif dan lincah. Alhasil, nanti usia 4 tahun baru bisa berbicara dan berbahasa. Itu karena gerakan aktifnya yang menghalanginya proses meniru.

Adakah Hubungan Keseringan Memagang SmartPhone dengan Kasus Speech Delay?

Tau gak sih, mom. Menurut Kepala Divisi Pediatri, dr Luh Karunia Wahyuni, penyebab anak terlambat bicara itu akibat proses isolasi, yaitu kurang berhubungan dengan lingkungan. Setiap setengah jam seorang anak yang menghabiskan waktu bermain dengan ponsel beresiko terlambat bicara dengan persentase 49%.

Memang, perkembangan teknologi dan informasi tidak bisa dibendung lagi, termasuk smartphone. Beragam manfaat kita temukan dalam penggunaan smartphone, namun segudang kemashalatan pun kita temukan.

Sejujurnya saya setuju dengan statement “kehadiran smartphone menjadi salah satu alternatif untuk mendiamkan anak”. Anak adalah peniru ulung, saat melihat hal-hal menarik di sekitar mereka, anak dengan mudah menyerap dan meniru. Memberi anak smartphone tentu akan mendiamkan anak yang aktif. Jadi anak lebih fokus dengan sesuatu yang menarik. Bukankah gambar dan video menarik dapat membangkitkan rasa ingin tahu anak?

Kaitannya dengan speech delay, jelas dong anak lebih suka tongkrongin gambar bergerak dalam video dan malas berinteraksi dengan lingkungan sekitarannya. Saya pernah mencoba. Ucupyo saya kasih smartphone, dalam sekali klik ia melihat beragam hewan-hewan lucu. Walaupun namanya dipanggil berjuta kali, tetap ia fokus dengan henpon. Aduuuuh!

Tidak salah memberi anak smartphone, tetapi tugas kita sebagai orang tua adalah mengawasi penggunaan smartphone pada anak. Menunjukkan kepada mereka chanel yang berfaedah. Misalnya channel yang menampilkan huruf hijaiyyah ataukah alphabeth ataukah jenis warna.

Coba deh tengok di rumah oom google, bagaimana smartphone merampas kebahagiaan masa kecil anak-anak kita? Saya sedih jika berkunjung ke rumah keluarga yang memiliki anak, berharap anak saya dapat mengasah sisi sosialnya dengan keluarganya, eeeh si anak malah sibuk main HP. Tidak menganggap orang lain di sekitarannya. Tidak peka terhadap lingkungan sekitar.

Padahal zaman sekarang ini jarang banget loh melihat anak-anak teriak-teriak saling memanggil untuk pergi bermain bersama. Berbeda jauh dengan generasi saya dulu yang setiap sore sudah saling memanggil untuk keluar bermain.

Mungkin beda zaman beda pola pengasuhan. Apapun jenis pengasuhan yang moms terapkan kepada anak, jangan biarkan jiwa sosial mereka terkikis oleh modernisasi. Jangan biarkan anak-anak kita buta terhadap lingkungan sosial apalagi hingga melupakan keberadaan Tuhan mereka.

S O L U S I

Setelah membaca banyak bacaan tentang speech delay dan berkonsultasi dengan teman-teman dan keluarga maka saya dapat mengambil kesimpulan, bahwa solusi yang bisa diterapkan untuk mengeluarkan anak dari keSPEECH DELAYannya dengan 3 cara.

# S t i m u l a s i

Merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin dan terus menerus.

# D e t e k s i D i n i

Deteksi dini terhadap gangguan perkembangan bahasa sangat menentukan nilai intervensi yang akan diberikan sehingga akan mempengaruhi perkembangannya secara menyeluruh.

# G i z i S e i m b a n g

Jangan lupa ya moms, untuk mencetak generasi yang cerdas diperlukan zat makanan yang adekuat yang mendukung tumbuh kembangnya. Dengan pemberian gizi seimbang, diharapkan anak kita terbentuk imunitasnya dengan baik, juga bermanfaat bagi stimulasi rangsangan otak mereka. Selain gizi seimbang, jangan lupa kehalalan makanan yang kita berikan kepada keluarga ;).

***

Anak saya berusia 3 tahun 8 bulan. Usia 3 tahun baru belajar berbicara, how glad iam when he said “MAMA”, rasanya pengen tebang pohon depan rumah, hahaha. Kini, ia sedang berjuang berbicara dengan kalimat yang panjang dan lagi hebohnya menyanyi desaku yang kucinta ataupun indonesia Raya. Saya menerapkan tulisan di atas dalam menangani speech delay pada anak saya.

Kuncinya adalah sabar dan doa. Sabar menstimulasi anak hingga ia mampu berbicara dan berbahasa. Dan jangan lupakan Tuhan, yang memberi kita cobaanNya. Selalu ingat mom, Ia memberi cobaan selalu sepaket dengan penyelesaianNya. Jika memungkinkan, insyaallah saya bikin videonya, bagaimana ketika anak saya masih susah untuk berbicara dengan kini yang makin cerewet :D. Keringat tak akan mengkhianati usaha, mom 🙂

Demikianlah moms apa yang saya pelajari selama ini dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat bagi kita semua :). Apabila ada kekeliruan yang perlu di luruskan, jangan lupa untuk menulikannya di kolom komentar.

Jangan ragu dan malu untuk menuliskannya, karena balasan komen yang teman-teman berikan, langsung dari keyboard saya *narsiiiiiiiiiiiis!* :D.

***

Kendari, 28 Juni 2018. 01.32 AM

Ditulis dalam keadaan jiwa melayang-layang akibat insomnia menyerang :D.

Raya Makyus.

(Visited 19 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: