0

Kiat Menjalani Puasa Ramadhan Saat Pandemi Covid 19

Menjalani puasa ramadhan saat pandemi covid 19 memiliki tantangan tersendiri bagi umat muslim. Apalagi ramadhan 1443 H saat ini tidak berbeda dari tahun sebelumnya, bumi dalam kondisi belum baik akibat terjangan virus corona.

Walaupun sudah menjalani vaksinasi, bukan berarti protokol kesehatan sudah tak berlaku. Kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid 19.

Puasa ramadhan, merupakan ibadah yang hukumnya wajib. Tertuang dalam rukun islam ketiga yang kita ketahui bersama rukun islam menjadi salah satu kunci agar kita beriman dan bertaqwa kepadaNya. Oleh karena itu seluruh umat muslim menyambut kedatangannya.

Puasa, tentu banyak manfaatnya. Ada kalimat bijak mengatakan eat when hungry and fast when sick. Dr. Yinyamunof dan dr.Zeiland dari Rusia selalu menasehati pasiennya untuk berpuasa ketika penyakit mereka muncul atau kambuh.

Manusia butuh puasa? Zaman modern yang serba instan seperti sekarang ini, kita tidak pernah luput dari berbagai macam racun yang masuk ke dalam tubuh kita. Begitu banyak perasa, pewarna atau pengawet yang terkandung dalam makanan melebihi batas ambang toleransi.

Lalu bagaimana dengan puasa ramadhan saat pandemi covid 19?

Tidak ada perubahan dalam memaknai bulan suci Ramadhan. Mau dalam kondisi apapun, ubah mindset kita dengan anggapan bahwa bulan ramadhan adalah sebuah training yang trainernya adalah Allah sendiri. Bayangkan, kita ikut training tuh, terus Allah langsung trainernya.

Gimana gak senang coba? Gue yakin, apapun dan bagaimanapun keadaan kita, jika mengetahui trainernya adalah Allah, kita bakalan semangat 4-5-6 dalam menjalaninya. Apalagi, bulan ramadhan banyak fadhilahnya. Antara lain :

  • Terbukanya pintu surga dan tertutup pintu neraka
  • Setan terbelenggu

Walaupun setan terbelenggu, tetapi mereka menanamkan dalam pemikiran manusia “sanggup gak lo puasa?” atau “yakin mau puasa? sekarang lagi covid 19, cuy, kebanyakan puasa mbikin imun lo turun”, itu contohnyaaa. Ada saja idenya mengganggu konsentrasi manusia dalam menjalani ibadah puasa ramadhan dengan membentuk presepsi bahwa puasa nantinya akan lemes, loyo atau gampang sakit. Dasar etank!

Ramadhan 3 tahun ini berbeda dari bulan ramadhan sebelum-sebelumnya. Kalau dulu tuh, kita semangat menjalani ibadah puasa ramadhan dengan pergi taraweh ke mesjid rame-rame, ngabuburit rame-rame bareng teman, tetangga atau keluarga, belum lagi program sahur on the road, woooah, takusahlah gue absen kegiatan yang bikin semangat menjalani ibadah ramadhan.

Lalu apakah karena kondisi yang berbeda menyebabkan nilai puasa kita berkurang?

Tentu jawabannya tidak, pemirsah!

Menjalani ibadah puasa ramadhan dalam kondisi pandemi covid 19 tetap dijalani dengan penuh rasa kebahagiaan. Seperti yang gue katakan, jika mengingat fadhilah dari ramadhan, tentu kita akan semangat menjalani ibadah puasa ramadhan.

Salah satu manfaat puasa adalah bagaimana kita mengatur pola makan serta hidup sehat dan meningkatkan kontrol terhadap diri agar disiplin. Apalagi saat pandemi covid 19 seperti saat ini. Orang yang mengatur pola makannya dapat mendukung imun sehingga tidak musah sakit.

Saat berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi secara alami. Tidak adanya makanan yang biasa masuk ke dalam lambung, membuat organ-organ tubuh seperti hati dan limpa “membersihkan diri”. Banyak racun yang terbuang.

Kiat menjalani puasa ramadhan saat pandemi covid 19

Fasting does not not cure any disease, but provides an opportunity to the body to heal it self. Walaupun banyal teori yang mengatakan puasa mampu mengobati berbagai penyakit, namun sebenarnya, tidaklah demikian.

Puasa bukan mengobati penyakit, melainkan memberikan kesempatan terhadap tubuh untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan mengolah makanan dan minuman seperti biasanya, sehingga energi tubuh dalam bekerja mngolah makanan, akan tergunakan untuk melakukan perbaikan kerusaka tubuh ketika berpuasa.

So, yeaaah berikut kiat menjalani puasa ramadhan saat pandemi covid 19.

  • Pastikan Kondisi Kesehatan

Apabila kondisi kesehatan sedang menurun, plis dong ya pertimbangkan lagi untuk menjalankan ibadah puasa ramadhan saat pandemi covid 19. Misalnya demam, diare atau mual-mual. Jangan memandang gue sebagai setan yang menggoda kamyu membentuk presepsi. Karena berpuasa seharian selama 8 jam tentu akan mengurangi cairan dalam tubuh kamu. Sementara jika sedang sakit, memenuhi kebutuhan cairan tubuh itu penting :-).

  • Pantau Asupan Makanan

Meski kita sedang berpuasa, tubuh tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa, seperti bernapas, mengoptimalkan semua fungsi organ dalam dan lain-lain. Makanya nih, penting banget memperhatikan asupan makanan selama sahur dan berbuka. Supaya metabolisme kita tetap terjaga.

Contoh nih, saat bangun sahur. Biasanya kita menyetel alarm 03.00, biar gak telat sahur. Ketika bangun tidur, minum air putih dan ngemil buah. Mendekati imsak, konsumsilah makanan secara lengkap dan air putih.

Ketika berbuka puasa, konsumsi susu rendah lemak atau air putih atau jus buah kombinasikan dengan kurma. Setelah sholat magrib, kita bisa mengonsumsi jenis sup atau salad. Setelah tarawih kita bisa maka menu lengkap. Jangan lupa sebelum tidur, segelas air putih.

  • Jenis Makanan

Memilih jenis makanan untuk pemenuhan kebutuhan gizi selama berpuasa itu penting. Pilihlah makanan dengan karbohidrat kompleks, makanan kaya protein hewani dan nabati, sayuran dan buah-buahan yang mengandung tinggi serat.

  • Batasi makanan dan minuman tinggi gula, garam dan lemak

Agar terhidar dari masalah kesehatan seperti sembelit,hipertensi,hiperglikemi dan bisa meyebabkan kelelahan & lemas, mudah haus serta mengurangi kemugkinan timbulnya rasa mual dan tidak nyaman pada lambung.

konsumsi gula dibatasi maksimal 4 sendok makan per hari, karena konsumsi gula berlebihan dapat menurunkan imunitas tubuh, serta berisiko berpenyakit degeneratif.

Sementara untuk konsumsi garam, sebisa mungkin hindari makanan atau minuman pengawet, karena biasanya ini diawetkan dengan jenis Natrium. Ketika konsumsi natrium berlebih, ini akan meningkatkan risiko vital untuk menjadi hipertensi sehingga nanti saat tubuh tidak dalam kondisi fit, juga akan menurunkan imunitas tubuh.

  • Perbanyak Istigfar

Kenapa harus istigfar? Ya kita minta ampunan sama Allah. Karena selama bulan suci Ramadhan, terbukalah pintu surga dan pintu taubat sebesar-besarnya. Pergunakan kesempatan ini untuk selalu mengingat dosa dan maksiat yang pernah kita lakukan.

Maksiat dan dosa berkolaborasi menghalangi kita untuk berbuat amal shalih dan menyebabkan kita malas beribadah.

  • Doa kepada Allah agar dimudahkan menjalani ibadah puasa ramadhan saat pandemi Covid 19

Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Hanya orang bertaqwa yang menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Realized or not, covid 19 bagian dari takdir Allah yang sudah Allah tuliskan jauh hari sebelumnya dalam lauhul mahfudz. Jangan ngaku beriman kalau tidak mempercayai takdir Allah :-).

Kita tidak bisa merubah takdir Allah, yang bisa kita lakukan adalah merubah respon kita kepada takdir Allah. Misalnya Karena covid 19 banyak yang kehilangan orang-orang tercinya, banyak yang kena PHK dan banyak lainnya dampak negatif dari covid 19. Lalu apakah kita akan marah?

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Perbaiki hubunganmu dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubunganmu dengan sesama manusia. Kuncinya “back to Allah”. Ramadhan ini momentum yang sangat tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Selamat menunaikan ibadah puasa 🙂

(Visited 4 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: