0

Miracle in Cell No. 7. Film tentang Hubungan antara Ayah dan Anak

Miracle in Cell No.7. Film tentang hubungan antara ayah dan anak yang bgitu manis, sekaligus tragis. Film yang rilis tahun 2013 sukses menembus masuk ke dalam box office pada tahun 2018.  Film garapan Lee Hwan Kyung ini menempati peringkat 3 film paling laris di Korea.

Kalau ditanya soal film yang paling berkesan? Ya ini, miracle cell in no. 7. Film yang berapa kali rewatch pun, tetap dibikin mewek. Ekting pemainnya keren-keren semua.

Film yang diperankan oleh aktris cantik Park Shin Hye dan aktor Ryu Seung Ryong ini merupakan film komedi hangat dibalut kisah melodramatis tentang seorang laki-laki bernama Lee Yong Gu (Ryu Seung Ryong) yang dipenjara karena salah tuduh sebagai pelaku pembunuhan.

Di dalam penjara, dia bergabung dalam satu sel dengan beberapa pelaku tindak kriminal asli dan kemudian menjalin pertemanan. Para kriminal ini malah membantu Yong Gu yang merindukan anaknya dengan menyelundupkan sang anak ke dalam penjara.

Kenapa Lee Yong Gu di penjara?

Suatu ketika, Ye Sung (anak Yong Gu) memiliki suatu keinginan untuk memiliki sebuah tas kuning bergambar Sailor Moon. Ye Sung dan ayahnya selalu melewati toko tas tersebut dan mengintipnya dari kaca.

Mereka membayangkan untuk segera mendapatkan tas Sailor Moon itu. Sayangnya, sang ayah yang bekerja sebagai tukang parkir belum memiliki cukup uang. Saat uang gaji Lee Yong Goo sudah turun, mereka pergi ke toko untuk membeli tas kuning bergambar Sailor Moon.

Sayangnya, tas yang hanya satu itu sudah di tangan pembeli lain, yaitu anak dari seorang komisaris polisi. Lee Yong Goo meminta anak tersebut untuk menjualnya kepada Ye Sung. Namun, anak tersebut enggan memberikannya.

Selang beberapa hari setelahnya, si anak komisaris polisi itu menemui Lee Yong Goo untuk memberitahu bahwa ada toko lain yang menjual tas serupa. Lee Yong Goo pun mengikuti anak komisaris polisi itu, tetapi saat dalam perjalanan, anak tersebut terjatuh dan meninggal.

Pada saat itu, Lee Yong Goo terjebak dalam sebuah kasus dengan tuduhan penculikan, kekerasan seksual, hingga pembunuhan.

Kekuasaan membuatnya tidak bisa membela diri dan bahkan harus menerima perlakuan dan tuduhan para polisi yang menyudutkannya dan memaksanya menjadi tersangka.

Hukum tidak berpihak pada orang yang lemah begitupun pada dirinya dan Ayahnya. Berbekal tekad yang kuat, Ye Seung terus berjuang untuk membuktikan kepada dunia jika Ayahnya tidak bersalah meskipun waktu yang dibutuhkan tidaklah singkat.

Kisah Persahabatan yang Mani di Dalam Sel

Di sel no 7, Lee Yong Go dicampur bersama lima narapidana kelas kakap lainnya yaitu Bong Sik (pencopet), Chun Ho (penipu), Man Beom (pezinah), Kakek Seo (penipu) dan So Yang Ho si gangster penyelundup tapi buta huruf yang merupakan pemimpin narapidana sel nomor 7.

Dosa yang paling tidak terampuni di dalam sel adalah sejenis pemerkosaan. Apalagi korbannya anak kecil. Jadilah, Lee Yong Goo jadi santapan kelima napi sangar tersebut.

Tapi kelima teman penjara Lee Yong Go berbalik menjadi sahabat karena pemimpinnya yaitu So Yang Ho diselamatkan oleh Lee Yong Go ketika akan dibunuh oleh sesama narapidana yang merupakan saingan gangster penyelundup.

Merasa berhutang budi bahkan berhutang nyawa maka So Yang Ho bersedia mengabulkan apapun keinginan Lee Yong Go. Sedangkan keinginan Lee Yong Go hanya satu yaitu bertemu dengan Ye Sung.

Disinilah kisah persahabatan mereka terjalin. Dah aaaah, takutnya gue spoiler nih kalau nekat mengetikkan kisah ayah dan anak yang manis ini. Di bawah tulisan ini gue menyertakan trailer movienya ya. Film yang amat sangat gue rekomendasikan banget sekali dan menjadi film paling berkesan seumur hidup gue.

(Visited 2 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: