12

My Child My Adventure

Benar adanya jika anak ibarat perhiasan kehidupan dunia. Ketika mereka (anak) dirawat dengan baik, maka perhiasan (anak) akan bersinar elok dipandang mata. Merawat perhiasan kehidupan dunia tidak segampang merawat perhiasan (benda mati) pada umumnya yang sekali dipoles,kinclong!

Perhiasan yang Allah SWT titipkan kepada kami tentunya dirawat dengan kedalaman hati nurani. Dengan kesabaran mengajarkan arti kehidupan juga keikhlasan untuk sedikit mengubah gendre hidup kita. Sehingga anak kita  menjadi perhiasan yang sangat berharga.

Sebagaimana Allah jelaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 46, yang artinya :

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

adventure

Anak adalah anugrah, jauh sebelum kelahirannya. Anak adalah berita gembira, titipan Allah SWT, hiburan, harapan, naungan dan “syafaat” bagi orang tuanya dialam kubur, di hari kiamat, di yaumul mahsyar, di titian hingga ke pintu surga, amin!

Selain definisi di atas, bagi gue anak adalah petualangan hidup yang sebenarnya. Mendaki gunung, biasa! Membelah lautan? Ah basi! Menjelajahi hutan? Kerjaan gue zaman kuliah tuh. Namun mendidik, mengasuh dan membesarkan anak dengan kasih sayang dan kesabaran adalah petualangan baru dalam hidup gue.

Want to know why? karena mendidik, mengasuh dan membesarkan anak tidak ada kurikulumnya dalam dunia pendidikan bangku sekolah. Semuanya kita dapatkan secara otodidak tanpa tutorial. kecuali tutorial membuat anak rasa-rasanya semuanya pada paham kan yaa? hahahaha *horror*.

****

Well, gue terlahir dengan stempel yang melekat dalam diri gue sebagai anak manja! Lagian bukan salah bunda mengandung-kan kalau gue kesandung sebagai anak mami yang manja. Salahin babeh gue tuh yang suka pakai sarung *kriyuuuk gareeeeeeng*. Karena sebagai anak perdana dan satu-satunya perempuan, gue di sayang! Aslinya karena gue pemalas! wkwkwkwkwk.

Sampe pada akhirnya ada pria yang kecantol sama gue, mencintai semua kejelekkan gue dan menghadiahi gue pria keriting yang multitalenta. Dunia gue berubah! Petualangan dimulai!

Namanya Ucupyo, lahir normal di bawah pengaruh air sakti pueh-pueh yang ditiupkan dalam botol air minum sebagai pelumas saat gue lahiran ceritanya. Yang begituan gue gak percaya! Yang ada gue takut bakalan kena penyakit menular yang ditularkan dari hembusan napas si dukun.

Paksaan demi paksaan tak kunjung reda, akhirnya gue tenggak juga air sakti tersebut. Apakah proses persalinan gue lancar? Gaaaaak! Yang ada gue 4 hari 4 malam melawan rasa sakit untuk melahirkan anak gue, hahahaha.

Ingin rasanya gue pidanakan si dukun yang ngasih gue air pueh-pueh dengan pasal “penipuan” terhadap calon ibu muda yang sedang berjuang melahirkan. Sayangnya, dukun tersebut adalah bokap gue! Pantang gue jadi anak durhaka! *diiringi petir meledug*.

Drama Menyusui

Sukses melewati tantangan melahirkan normal dengan berat badan bayi 3,7 kg dan panjang 50 cm, kembali Tuhan memberi tantangan ke gue. Menyusui! Gue pikir menyusui itu anak tinggal ngisep gitu loh, selesai! kelaaar! Ternyata enggak, pemirsah!

Hujan air mata mengiringi drama menyusui. Andai gue putri duyung, udah tajir bener gue, karena setiap tetesan air mata bernilai fantastis! Yep, air mata putri duyung-kan endingnya menjadi mutiara, cuy. Kebayangkan kalau gue butuh duit, ya tinggal nonton drama mellow dan mengalirlah kekayaan gue, hahahaha.

Anak gue gak pintar menyusui awalnya, karena bingung puting ya istilahnya? Habis lahiran langsung ngedot sih karena gue sedang berjuang session 2 (baca : rupture perineum luar dalam tanpa anastesi). Ajegile, ini mah adventure yang sesungguhnya.

Seminggu setelah petualangan melahirkan dan menyulam perineum mulailah gue berpetualang di dunia asi mengasihi. Yang menjengkolkan ketika banyak suara sumbang yang mengiringi. Contohnya :

“Kasih asi anak kau itu, mau anak kau nantinya bodoh?”

“Heh Raya, untuk apa Tuhan menciptakan PD kalau kau tak gunakan? Jangan hanya bapaknya yang gunakan, tapi untuk anakmu juga”

“Anak aku itu asi ekslusif loh, akhirnya sehat kan anak aku?”

“Kau cari toooh booster asi untuk kelancaran asi. Jangan biarkan anak kau minum susu sapi, nanti kelakuannya kayak sapi”

Dan masih banyak lagi suara-suara sumbang yang mbikin gue kepengen ngemil tiang listrik. Eh gue newbi loh ini, newbi! Bukan mamak-mamak yang sudah punya anak lebih dari satu, aish!

Mission Complete!

Speech Delay

Usia 2 tahun 11 bulan anak gue belum menunjukkan mewarisi talenta gue yang kata orang “cerewet”. Cereweeeeet loh yaaaa! Cereweeeeet! Jangankan untuk bicara seperti manusia normal, menyebut kata “MAMA” pun ia belum bisa. Gusti…

“Bu, saya kasih rujukan ke Rumah Sakit di Jakarta atau di Makassar ya”

Seperti tetangga lorong musuh bebuyutan sedang membuang mercoon ke dalam raga gue. Goncangannya kuat.

“Anak ibu ada gangguan”

Ledakan kedua

“Ibu cari dokter tumbuh kembang anak”

Berusaha membuang napas sesak yang terlihat justru wajah pak suami yang bercucuran keringat sambil mendekap anak kami secara khusyuk mendengar diagnosa dokter anak yang kami kunjungi.

“Usia segini seharusnya anak sudah melafalkan beberapa kosa kata”

Namanya Speech Delay. Gangguan keterlambatan pada anak dalam berbicara atau menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Anak mengalami keterlambatan yang tidak sesuai  dengan tahapan perkembangan di usianya. Gangguan bicara dan bahasa berhubungan erat dengan area lain yang mendukung proses tersebut, seperti fungsi otot mulut dan fungsi pendengaran.

Demi moore anjelina jolie kajol preety shinta alisa soebandono siti rabiyatul, anak gue pendengarannya normal! Gue jamin! Secara gue biasa ajak curhat dan menanggapi secara serius versinya dalam bahasa yang hanya dia dan Tuhan yang tau.

Akhirnya gue konsultasi ke keluarga gue yang jauh lebih berpengalaman. Yang anaknya lebih dari satu, pastinya! Beragam tips dan trik yang gue dapatkan.

# Pukulkan Sejadah di Mulutnya

Dikerjakan ketika pulang sholat jum’at. Di hempaskan ke mulutnya sambil di bacain shalawat nabi.

# Daun suka

Gue cuman tau daun telinga, daun pintu, daun jati, daun kedondong dan beberapa jenis daun lainnya yang kalau gue tulis bakalan tembus 5000 kata tulisan ini, hahahha. Tapi daun suka, gue gak punya bayangan. Nekat menelusuri hutan belantara untuk nemuin daun ini juga rasanya nganu banget! Gue masih kepingin hidup lamaaa, gue takut ditelan ular phyton kalau mau keluyuran di hutan seorang diri. Semenjak menjadi mamak sok kece, nyali gue menciut masuk hutan seorang diri, hihihi.

Jadilah tugas mamak mertua gue yang nyari ntuh daun. Ketemu! Di taroh di lidahnya 3x sehari sembari di bacain shalawat.

# Bereng-bereng

Semacam capung gitu tapi bentuknya lebih kecil. Hewan itu-kan berisik banget. Katanya punya katanya, jika bereng-bereng di taroh di lidahnya anak, maka dengan izin Allah si anak bisa ngalahin berisiknya si bereng-bereng itu.

# Ikan Sorry

Gak tau nama latinnya apaan, yang pasti ikan ini konon katanya membantu otot mulut anak mengucapkan kata demi kata. Secara morfologis, ikan ini sama seperti ikan lainnya. Hanya moncong mulutnya runcing dan tajam.

20525272_1360348374072221_2797192020867629041_n

Gue hanya pengen anak gue bisa bicara, ga perlu lah sampe mencong begitu bibirnya, hahahaha. Untuk mendapatkan ikan sorry, gue membelah teluk Kendari bersama oom gue.

20476585_1360347187405673_3734234435526954218_n

Hasilnya? entah ini mukjizat atau suggesti, anak gue mulai bisa mengucapkan alphabeth tapi belum lengkap. Baru A-B-C. Melihat perkembangannya, gue jingkrak-jingkrak pastinya.

# STOP ASI

“Stop asi ajah deh. Bisa jadi karena sering mengenyot, akhirnya otot lidahnya tidak terangsang mengikuti kata yang ia dengar” begitu saran sepupu gue. Jangan ditanya deh gimana perjuangan gue menyapih. Too much drama!

menyapih

Mulai gue pake masker putih menyerupai hantu dalam film horror Indonesia sampe pisah ranjang segala.

Semua saran-saran di atas gue jabanin. Gue cari! sampai nemu. Lalu tiba-tiba angin segar membisiki telinga yang bersumber dari dukun sakti kesayangan gue “umur 3 tahun tuh Ucup bisa bicara”.

Disaat anak gue usia 3 tahun, perlahan tapi pasti ia bisa mengucap beberapa kosa kata. Yang membuat gue nangis semalaman, ketika pulang kantor, doi teriak MAMA. Kata yang paling gue rindukan.

Akhirnyaaaaa anak gue mulai bisa bicara. Kini usianya 3 tahun 10 bulan. Cerewet paraaaaah! Ini ditanyain, itu ditanyain, bahkan ia mencampur 3 bahasa. Bahasa indonesia, Inggris dan Muna. Alhamdulillah.

Mission Complete!

****

Gue menikmati setiap detik momen-momen petualangan bersama keluarga kecil gue. Bersama suami dan Ucupyo, anak gue. Jika bersama suami petualangannya pernah gue pelajari zaman kuliah dulu dalam kurikulum agama dan kesehatan reproduksi :P. Namun, petualangan bersama Ucupyo sungguh membuka pintu hati gue atas kebesaranNya.

Baca juga : Kartini Zaman Now

Anak gue berbeda dengan anak seusianya. Jika anak lainnya di beri gadget atau permainan, pasti mereka akan menekuni permainan mereka, berbeda dengan Ucupyo, doi lebih suka mengeksplor lingkungan sekitar menggunakan otot kakinya dengan cara berlari. Ketika berlari, ia sering lupa untuk kembali. Kan bahaaaayaaa, pemirsah!

Olehnya, gue dan suami mengimbangi dia, dalam artian kita berdua harus dalam kondisi fit bin sehat walafiat untuk menemani dia berlari. Ketika ia berlari, ia membantu mamanya menurunkan kolesterol jahat dalam darahnya, uhuuuuuy!

Baca juga : Pengaruh Bermain Terhadap Tumbuh kembang Anak

So yeah, mengapa gue sebut anak gue adalah petualangan gue. Karena berpetualang sambil membangkitkan potensi yang ada dalam jiwa anak itu tak bisa tergantikan dengan uang! Banyak potensi, banyak kreatifitas dalam diri mereka yang membutuhkan instruktur.

Selagi Tuhan memberi kita nikmat kesehatan, kehidupan, manfaatkanlah sebaik mungkin. Karena hidup cuma sekali. Satu kali. Jangan pikirkan lagi, jangan lagi. Kita tidak berlari, bukan lari. Stop…stop! Jangan diteruskan lagi, bisa-bisa kita karokean nih! hahahaha.

Jangan menilai gue perfecto dalam mengurus anak, hati gue juga luluh lantah. Terkadang gue kesel dan marah-marah. Endingnya gue pelototi anak gue. Terkadang juga gue main fisik. Oh tolong, jangan laporin gue ke komnas perlindungan anak. Karena gue masih belajar dan terus belajar menjadi mama yang penyabar. Mama yang hatinya seluas samudra dan se adem es teler.

Baca juga : Three Lessons I Want My Children Learn From Me

Sabar menghadapi kerasnya hidup dan berjuang mengantarkan anak-anak gue ke gerbang kebahagiaan.

Yang gue yakini :

  1. Anak-anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak-anakmu bukan pula karena keinginan mereka melainkan karena takdir Allah.
  2. karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itu adalah AMANAH yang harus ditunaikan.
  3. Orang tualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah dan Allah minta pertanggung jawabanmu.
  4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah.

Selamat datang di petualangan mama Raya yang tanpa tutorial. Siapkan sabuk pengaman kalian yang kencang, walaupun banyak rintangan menghandang, tetap perkuat ikatan kalian, tujuan kita menuju surgaNya melalui keluarga kecil kita. Pilot pak Fid Aksara siap menuntun kalian dan Co Pilot rangkap pramugari yang serba bisa, tau dooong.. MAMA RAYA! Yang siap membantu pilot ketika penumpangnya rese’!

****

Hola teman-teman blogger Kendari – Be Molulo. Gue tunggu share pengalaman menarik kalian tentang petualangan. Whatever dagh petualangan apaan. My bos my adventure kek, my mom job my adventure, tentang bagaimana kalian berpetualang ketika mudik lebaran dan tentunya banyak hal lainnya yang membuat kalian tertantangin JRG! hahaha 😉

Salam,
Raya Makyus

 

 

(Visited 53 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: