2

[My Impression] Somehow 18

Jika kesempatan waktu bepergian diberikan, di waktu mana kamu ingin kembali? Apakah kamu memiliki seseorang yang ingin kamu temui lagi? Meski kembali, mungkin kamu akan terjebak selamanya. Somehow 18 in my impression.

somehow-18

Halo drakoresia!

Untuk pertama kalinya saya semangat 4-5-6 menyaksikan drama Korea bergendre ‘time travel’ yang diperankan oleh Minho –salah satu anggota K-Pop terkenal ‘SHINee’- sebagai Oh Kyung Whee  dan Lee Yoo-Bi  sebagai Han Na-Bi. Gendre time travel bagi saya NO SENSE! Membosankan! hahahha.  Namun setelah menyaksikan episode pertama dengan sinematografi yang oke, storyline yang unik, dan plot yang retrospective, drama ini wajib ditonton.

Judul : Somehow 18

Gendre : Time Travel|fantasi|Komedi|Romantis

Jumlah Episode : 10 Episode (15 menit/episode)

STORYLINE

30minho-somehow-18

Drama ini berkisah tentang Oh Kyung Whee, seorang dokter –tamvaaaaaaan- ortopedi dengan kepribadian yang pendiam. Saking pendiamnya, zaman sekolahnya dulu sering mejadi korban bully dari teman kelasnya. Tapi berkat sosok Han Na-Bi, hari-harinya yang muram berubah menjadi kebahagiaan. Han Na-Bi berjasa besar dalam aksi penyelamatan Kyung Whee dari pembullyan, sejak saat itu Na-Bi menjadi orang yang special dalam hidupnya.

Kyung Whee melakukan perjalanan waktu ke masa-masa sekolahnya untuk menyelamatkan cinta pertamanya dari kematian karena bunuh diri. Mampukah ia?

Pendalaman Karakter

Sosok Kyung Whee dalam diri Minho diperankan dengan baik. Bagaimana pada saat ia sekolah dengan karakter introvert dan korban bully menghadapi hari-harinya di sekolah. Lalu saat dewasa menjadi dokter ortopedi . Walaupn sifat dasar manusia tidak dapat diubah, setidaknya ketika menjadi sosok dewasa, Kyung Whee menjadi lebih kharismatik.

cats

Sama halnya dengan Han Na-Bi dalam diri Lee Yoo-Bi, gadis cantik yang penuh dengan misteri. Karakternya polos. Sesuai dengan usianya ketika berusia 18 tahun. Namun ia tumbuh menjadi sosok yang pemberani dan unik.

Kerja sama yang baik antar kedua tokoh utama mampu membangkitkan penasaran yang besar pada penontonnya. Chemistry keduanya kuat.

capture-20171031-112959

Bukan hanya mereka berdua sih, tokoh pendukung lainnya pun tidak kalah serunya. Well, karakter Kyun Whee dan Na-bi memang untuk scene romantis dan unyu-unyu syalala yang membaperkan. Namun tokoh lain yang menjadi biang kerok pembullyan pun tak kalah hebohnya. Karakter mereka yang membuat drama ini tidak membosankan. Menghadirkan kesan bahwa tanpa akting mereka, drama ini pastinya akan terasa hambar.

Alur yang retrospective

Kenapa saya bilang retrospektif? Karena alur ceritanya lebih banyak mengambil settingan dari masa lalu ke masa depan. Alur restrospektif mengajak penonton untuk memahami hal-hal inti dari sebuah cerita pada kisah lalu dan dapat ditarik kesimpulan pada masa depan atau masa sekarang.

Seperti dalam drama ini, pada episode pertama menampilkan sebuah keadaan dimana Kyung Whee menangani pasien patah tulang akibat gagal bunuh diri. Lalu menflashback kejadian ketika ia berusia 18 tahun yang kala itu ingin mengakhiri hidupnya karena seringnya dibully.

anigif

Sebenarnya -kalau berdasarkan kacamata saya- inti dari drama ini terletak di episode awal. Keingintahuan Kyun Whee mengapa Na-Bi menasehatinya untuk tetap hidup sementara ia sendiri mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Keadaan itu, mengajak penonton sama-sama menggali kejadian masa silam mengapa ia mengikuti perjalanan waktu.

My Impression

Menonton drama ini sama kayak lagi menonton film. Durasinya kurang lebih 3 jam. Jadi sekali duduk sambil pura-pura kerja drama ini terselesaikan. Namanya juga web drama, durasinya per episode dibikin singkat sehingga penontonnya tidak bosan dengan dialog yang tidak penting.

Somehow 18 jenis drama ringan yang bisa membantu kamu keluar dari stress akibat kerja, misalnya. Karena ringannya, penonton tidak dituntut untuk berpikir keras dan menerawang ‘kedepannya ini kayak giimaaana’? Awalan saya juga malees kalau mesti nonton drama yang isinya anak SMA. Remaja bangeeet! Namun setelah melewati episode pertama, entah mengapa saya memiliki keyakinan bahwa drama ini pasti seru.

Dua (2) kata untuk drama ini, MANIS dan KOCAK. Manis karena keseluruhan episode memiliki cerita yang kuat. Mengisahkan tentang Kyun Whee yang mati-matin menyelesaikan misinya menjelajahi waktu 18 tahun usianya untuk menyelamatkan cinta pertamanya dari kematian.

Manis bagaimana dikisahkan hubungan persahabatan yang terpisahkan oleh maut *kok bisa manis siiiih? hiiiiiiii!*. Kendatipun demikian, sahabat sejati itu walaupun terpisahkan oleh maut, tetap senantiasa di hati.

Manis, bagaimana indahnya hubungan anak perempuan dan ayahnya yang dinginnya ngalahin dingin freezer di kulkas bisa hangat dan menyatu kembali berkat bantuan si Kyun Whee.

Kocak, ketika teman-teman kelas yang membully Kyun Whee merasa terintimidasi dengan berubahnya Kyun Whee. Kocak, ketika di masa lalu Kyun Whee menjadi korban namun karena penjelajahan waktu korban berpindah ke orang lain.

Baca Juga : Tentang Kdrama Because This Is My First Life

Semuanya melebur menjadi satu kesatuan yang layak untuk diapresiasikan,hahaha *mulaaai gariiing*. Pernah makan gado-gado gak sih? Isinya campur sari kan? Namun kesemuanya enak ketika dimasukkan dalam mulut. Sama kayak drama ini!

Drama Somehow 18 mengajarkan saya, ketika Tuhan menetapkan takdir seseorang, seberapa besarnya keinginan untuk mengubah, tetaplah tidak bisa. Kita sebagai manusia biasa, tidak bisa mengubah takdir. Kita hanya meyakini sebagaimana yang tertera pada salah satu rukun iman “percaya takdir baik dan takdir buruk”.

 

 

(Visited 114 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: