5

Nasi Kuning Bungkus Daun Pisang

Nasi kuning bungkus daun pisang. Sudah lama mencari jejaknya. Si nasi kuning yang terbungkus daun pisang. Nasi kuning terbungkus kertas nasi, banyak! Yang terbungkus styrofoam juga buwanyak skaaaale. Namun yang terbungkus daun pisang mmmmm, sulit menemukannya.

Apakah saya yang maennya kurang jauh sehingga susah menemukannya? Atau si nasi kuning yang enggan bertemu dengan saya? wkwkwk. Padahal nasi padang yang terbungkus daun pisang mudah ditemukan. Lalu mengapa spesies nasi kuning terbungkus daun pisang itu susah amat sih?

Kok ibu ngebet banget mencari nasi kuning bungkus daun pisang? Lagi ngidam ya?

Kalau syarat mengidam adalah mencari nasi kuning bungkus daun pisang, walau ke lobang semut pun akan saya cari, hahaha. Rasa nasi kuning yang terbungkus daun pisang biasanya lebih aestetic. Lebih gurih. Karena aroma daun pisang mengandung polifenol sehingga menghasilkan aroma khas ketika menjadi bahan pelengkap makanan.

Polifenol itu sendiri Antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal efek radikal bebas sehingga tubuh lebih kebal dari berbagai macam penyakit dan polifenol memberi aroma sedap saat meletakkan masakan panas di atasnya. Olehnya, saya menggilai makanan yang terbungkus daun pisang. Apapun itu, pemirsah!

By the way, makanan yang terbungkus dengan daun pisang itu jauh lebih sehat. Lebih go green tentunya karena daun pisang mudah terurai dengan tanah dan memberi manfaat bagi tanah. Dan yang terpenting adalah memudahkan pekerjaan ibu-ibu yang malas cuci piring, hahaha.

Terakhir saya makan nasi kuning yang terbungkus daun pisang itu sekitaran tahun 2010. Saat itu status saya sebagai anak kuliah(ran) yang uang bulanannya pas-pasan. Sehingga untuk sarapan, pilihan jatuh kepada nasi kuning ataupun nasi putih yang terbungkus daun pisang. Tahun berganti, mencari nasi kuning yang terbungkus daun pisang sangat susah, hingga kini. Aish…

***

Sinar matahari masuk melalui celah rooster rumah saya. Menyilaukan mata yang masih tertutup. Bayangan bahwa hari ini adalah hari minggu membuat saya sakit badan. Karena kenapa? Besok akan menghadapi senin. Malasnyoooo.

Dari jauh, sayup-sayup terdengar suara bariton yang berbicara menggunakan pengeras suara. “Anak-anak, berbaris yang rapi”. Setelahnya ia berbicara lagi mengenai ketertiban sekolah. Dalam hati saya ngedumel “ealaaah hari minggu gini”. Lalu Ucupyo datang menarik selimut saya “mama, ayooo kita healing“. Healing is jalan-jalan. Hangout.

Eh, ini hari apa sih?

Mengumpulkan nyawa sekitar 5 menit saya bangkit menuju ke teras rumah. Menyirami anak-anak saya yang kebanyakan berwarna ijo. Tetiba aroma wangi daun pisang, daun pandan dan rempah lainnya membaui indra penciuman saya. Nasi kuning! Yakin saya! Teeeega bener tetangga, masak kok gak bagi-bagi?

Saya masuk ke dalam rumah. Memakai kulot jeans yang nyaris setengah tahun belum dicuci ( sengaja, biar makin belel) mengganti baju dan memakai bergo. Suami yang sedang mengerjakan bahan ajar ikutan latah berganti pakaian. Anak saya apalaaagi. Doi garda terdepan urusan jalan-jalan ketika weekend, sudah rapi sejak habis solat subuh.

Berbekal uang 50 ribu, kami membelah jalan Kota Kendari. Mencari nasi kuning bungkus daun pisang. Setiap sudut Kota kami datangi.

Nasi kuning bungkus daun pisang

Nasi kuning bungkus daun pisang

Kami menemukannya nyaris 20 kilometer dari wilayah Anduonuhu. Wilayah jajahan saya di Kota Kendari. Wilayah jajahaaaaaan, hahaha. Kami menemukannya di Kotlam a.k.a Kota Lama. Sementara Kota Lama itu cuman 3 kilometer kalau menembus jembatan Bahteramas. Lewat belakang rumah. Luar biasa euy! Namanya juga usaha ya kan?

Pemandangan indah kendari beach pagi hari

Setelah membeli 3 bungkus nasi kuning, kami mencari tempat makan yang gratisan of course. Kami memilih wilayah kebi (Kendari Biiiich -Beach-) sebagai tempat makan. Sembari menikmati indahnya pemandangan pagi hari. Laut yang membentang dengan terpaan sinar matahari membuatnya kelihatan lebih macho dari sebelumnya. Gunung mulai terlihat setelah tertutupi awan menambah kesan machonya laut pagi ini.

Menikmati nasi kuning daun pisang

Menikmati nasi kuning daun pisang

Aroma nasi kuningnya benar-benar aroma yang dirindukan. Jauh berbeda dengan aroma nasi kuning bungkus daun pisang dengan nasi kuning bungkus plastik misalnya, beda!

Porsinya luar biasa buwanyak. Ajegila, bekal sampai malam nih, hahaha. Lauknyabermacam-macam. Ada mi goreng, ikan goreng bumbu dan sayur tumis tempe. Mission completed untuk hunting nasi kuning bungkus daun pisang.

(Visited 16 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: