0

Pengaruh Bermain Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Dunia anak adalah dunia bermain. Dalam kehidupan anak-anak sebagian besar waktunya habis dengan aktifitas bermain. Istilah bermain sebagai suatu kegiatan yang tanpa menggunakan alat yang menghasilkan pengertian, memberikan informasi, memberikan kesenangan dan tentunya, mampu mengembangkan imajinasi anak.

Jadi ceritanya, gue dinasehati oleh sepuh karena menerlantarkan jiwa anak gue yang kemaruk dengan bermain. Bayangin! Usia 3 tahun VS 30 tahun! Ya jelas kalah telak-laah yang 30 tahun, hahahaha. Permainan anak gue itu beda sama seperti anak lainnya. Jika anak laki-laki -yang seusianya doong tentunya- diberi satu permainan, mereka akan khusyuk menekuni permainan tersebut.

Jauh berbeda dengan Ucupyo, dimana jiwa melalangbuananya jauh lebih on ketimbang duduk manis di kursi. Doi lebih suka lari keliling lapangan atau manjat kursi atau merayap dari meja yang ono ke meja yang ini. Jika ada permainan semisal mobil-mobilan, gak cukup 12 jam, mobil tersebut renyot seperti habis digilas truk gandeng tak bersisa, hahahaha.

Oleh karena itu, jika bepergian hanya berdua dengannya, gue memilih mendekap erat tubuhnya dalam rengkuhan gue. Tak boleh kemana-mana. Akibatnya apa gaes? Doi jejeritan bikin telinga jadi berdengung.  Ternyata ada dampak buruknya juga jika kita tuh ngekang-ngekang anak untuk bermain. Kendatipun jenis permainannya bikin burket, basket plus bauket!

So yeah, berkaca dari pengalaman gue yang doyang ngekang-ngekang Ucupyo main, akhirnya gue seaching plus konsultasi ke beberapa pakar anak, mengenai konsep bermain pada anak. Mengasuh dan mendidik anak sejujurnya tidak akan ditemukan di sekolah manapun juga. Karena emang gak ada kurikulumnya.

Sebagai ibu yang melahirkannya, jauuuuuuuuuuuuuuh dilubuk hati terdalam, tak ingin Ucupyo mengalami tekanan batin juga tak ingin menghambat kreatifitasannya.

Lets check it out!

Bermain itu apa sih?

Pengertian dari beberapa pakar -seperti Sacharin, Nursalam, Singer, Wong- tumbuh kembang anak gue mengambil kesimpulan makna bermain. Yaitu aktifitas dimana individu menggunakan proses mentalnya untuk mengembangkan imajinasinya. Dengan bermain anak-anak mempelajari dunianya dimana merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial merupakan media untuk belajar.

Seringkali, kita menemukan anak pada masa tumbuh kembangnya mengalami perlambatan. Salah satunya akibat kurangnya pemenuhan kebutuhan akan bermain.

Fungsi Bermain

# Perkembangan Sensoris – Motorik

Pada saat anak melakukan permainan, komponen terbesar yang digunakan anak untuk perkembangan fungsi otot

# Perkembangan Intelektual

Pada saat bermain, anak melakukan eksplorasi dan manipulasi terhadap segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya, terutama mengenal warna, bentuk, ukuran, dan membedakan objek. Semakin sering anak melakukan eksplorasi akan semakin terlatih kemampuan intelektualnya.

# Perkembangan Sosial

Perkembangan sosial ditandai dengan kemampuan interaksi dengan lingkungan. Saat melakukan aktifitas bermain anak belajar berinteraksi dengan temannya, emmahami lawan bicara, belajar tentang nilai sosial.

# Perkembangan Kreatifitas

Kemampuan menciptakan sesuatu dan mewujudkannya dalam bentuk kegiatan. Melalui kegiatan bermain, anak belajar menciptakan untuk merealisasikan ide-idenya.

# Perkembangan Moral

Melalui kegiatan bermain anak akan belajar nilai moral dan etika, belajar membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta belajar bertanggung jawab atas segala tindakan yang pernah dilakukannya.

# Bermain sebagai Terapi

Dengan melakukan permainan anak akan terlepas dari ketegangan dan stress yang dialami, karena dengan permainan mengalahkan rasa sakit dan relaksasi meningkatkan kesenangannya melakukan permainan. Hal ini terutama pada anak yang belum mampu mengekspresikannya secara verbal.

Pengaruh Bermain Terhadap Tumbuh Kembang Anak

=> Dengan bermain aktif, anak akan mengembangkan otot-otot dan melatih seluruh bagian tubuhnya. Bermain juga dapat menyalurkan tenaga yang ada pada anak. Apabila energinya tidak tersalurkan akan mengakibatkan ketegangan, kegelisahan yang berujung pada galauisasi *halaaah*.

=>Bermain, mendorong anak berkomunikasi dengan teman-temannya. Karena anak dapat mengerti apa yang dikomunikasikan oleh temannya.

I mean energi emosional yang terpendam. Hoooooi, siapa bilang hanya orang dewasa yang mampu memeram perasaan? Dengan bermain, ketegangan diri pada anak dapat di atasi, karena permainan memberikan kesempatan dan merupakan sarana untuk menyalurkan energi emosional yang masih terpendam, termasuk ketegangan yang disebabkan oleh pembatasan lingkungan terhadap tingkah laku mereka *nunjuk hidung sendiri*

=> Bermain merupakan salah satu sarana yang dapat memberikan kesempatan pada anak untuk dapat mempelajari segala sesuatu dan dapat dijadikan pengalaman bagi anak yang tidak diperoleh dari belajar di rumah.

=>Dengan bermain, anak dapat mengetahui kemampuannya sendiri, sehingga ia dapat mengembangkan konsep dirinya dengan lebih cepat.

=>Bermain bersama teman-temannya, anak dapat belajar untuk berhubungan sosial dan dapat menghadapi masalah yang timbul serta memehami pemecahannya.

=>Dalam permainan sosial, anak akan dapat bekerja sama, murah hati, jujur, sportif dan disukai banyak orang.

Peran Orang Tua Saat Bermain dengan Anak

# Peran Motivasi

Saat anak bermain suatu permainan, ada satu peran vital otrang tua yakni memotivasi. Orang tua harus mengetahui apakah permainan itu dapat membahayakan atau tidak. Peran motivasi muncul saat melakukan dialog dengan anak untuk meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, inisiatif, kreatifitas serta bahasa anak.

Dengan memberikan motivasi, anak akan semakin percaya diri dan yakin akan kemampuan yang ia miliki.

# Peran Mengawasi

Memberikan kebebasan anak untuk memilih jenis permainan yang ia inginkan juga disertai dengan proses pengawasan. Proses ini bisa ditujukan pada jenis permainan baik yang membutuhkan keterlibatan orang tua maupun yang tidak membutuhkan keterlibatan.

# Peran Sebagai Mitra Kerja

Fungsi ini menuntut keterlibatan orang tua untuk bermain bersama anak. Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplor kemampuannya, meskipun ia belum mahir.

****

Kurang lebih begitulah ilmu yang gue rangkum dari berbagai sumber. Tidak ada yang gue temukan kalimat yang berisi :

Bermain dapat membuat anak anda terkena panu, kadas, kurap, kutu air yang berasal dari teman sepermainannya. Lindungi kulit anak anda dengan pemberian obat cacing 2 kali dalam setahun! *halaaaah*.

Menemani anak bermain sebenarnya ikut merangsang kreatifitasan kita loooh sebagai orang tuanya. Misal nih ya kemarin, Ucupyo gue temenin main lari-lari di sekitar kompleks rumah. Berhubung anak gue masih full charge, ya gue bilang ajah kalau gue mau ee’. Gak pake a-i-u-e-o ia ikut pulang bersama gue. Lalu gue kurung dalam kamar, menyalakkan AC dan tidur!  Kreatifitas untuk ngibul! Ngibul yang bener tapi, hahaha

Aslinya, ikutan bermain menurunkan lemak jahat yang ada di dalam tubuh kita. Karena semua aspek pada tubuh ikut bergerak. Tak ada yang membisu. Tangan, oh tentu berfungsi untuk mengahal anak jika keluar lintasan area bermain. Kaki yang kokoh, jelas untuk mengejar jika anak ada kecenderungan untuk berlari lebih jauh. Mulut, ooooh pastinya untuk teriak-teriak mendukung anak bermain atau ngomel-ngomel tak jelas, wkwkwk. Cobalah bersamanya 3 jam saja, dijamin, keringat bercucuran membasahi tubuh anda yang sangat sehat!

Yang pasti, dengan bermain bersama anak, selain bagus untuk tumbuh kembangnya, ada kedekatan emosi yang terjalin antara anak dan orang tua. See, mengapa anak biasanya menjauh dari orang tuanya? Karena orang tuanya tidak memahami apa yang diinginkan oleh anak.

Orang tua ngotot agar anak mengikuti apa yang mereka inginkan, menganggap anak hanyalah anak, mendikte-lah apalah apalah yang membuat anak akan melukis masa kecilnya yang penuh tekanan.. Membawanya ke masa remaja, hingga anak tuh malas untuk mengkompromikan isi hatinya ke orang tua. Takutnya, jika pelarian anak menjurus ke hal yang negatif.

Baca juga : Three Lessons I Want My Children Learn From Me

Tulisan ini juga sebagai pengingat bagi diri gue sendiri, bahwa setiap anak itu unik. Setiap anak memiliki cara sendiri untuk belajar, untuk bermain. Yang kita perlukan adalah multivitamin dan istirahat yang cukup agar mampu menemani dan membimbing anak-anak kita ke gerbang kebahagiaan yang di ridhoiNya. Insyaallah.

Mohon maaf jika ada kesalahan kata. Apabila ada yang dirasa kurang, bisa ditambahkan dikolom komentar. Finally, semoga tulisan ini bermanfaat.

Kendari, 26 Mei 2018

With Love

-Raya Makyus-

(Visited 14 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: