2

Resep Sederhana Ayam Kakolo ala Ibu Raya

Ayam kakolo adalah masakan khas Kota Raha. Salah satu kabupaten yang berada di Sulawesi Tenggara. Ayam kakolo wajib banget ada ketika sedang menggelar pesta. Apapun jenis pestanya. Kecuali pesta barbeque ya tentu saja menu ayam kakolo ketendang dengan sendirinya.

Ayam kakolo merupakan masakan yang paling sederhana dan mudah. Jadi, kalau ada bunda-bunda yang ngaku gak pintar masak, sini deh ngumpul. Kita bikin persatuan, hihihi.

Sejujurnya gue underestimate terhadap diri gue sendiri begitu mengetahui akan memasak ayam kakolo. Bayangan ribetnya memasak bikin nyali gue menciut sebelum berperang.

Mamak mertua sudah sering menjebak gue agar terlibat dalam proses pembuatan ayam kakolo di rumahnya. Namun bukan salah bunda mengandung dong, kalau anak mantunya yang satu ini suka lolos kalau menyangkut memasak ayam kakolo, hahaha.

Olehnya, selama covid menyerang bumi pertiwi dan gue menjalani WFH -Work From Home- yang lamanya mengalahkan cuti melahirkan, kegiatan memasak menjadi rutinitas gue sehari-hari.

Belajar memasak ayam kakolo-lah, bubur manado-lah, bikin brownis segala rupa DAN BERAKHIR GAGAL dan segala jenis resep entah dari majalah atau aplikasi cookpad, gue telan mentah-mentah dan mempraktekannya di rumah. Saking rajinnya berinteraksi dengan dapur, akhirnya gue bisa membedakan antara KETUMBAR dan MERICA *nangis tersedusedu*.

Baca : 3 Rekomendasi Menu Praktis untuk Sahur

Nah, karena gue udah tau resep memasak ayam kakolo yang merupakan masakan paling favorite di Kota kelahiran gue, yaitu Raha, sehingga gue mau share nih, resep dan cara membuatnya.

Bahan-bahan dalam membuat ayam kakolo

Bahan :

  • Ayam doong

Karena judulnya ayam kakolo, artinya bahan utamanya adalah ayam *mintaditoyornih*. Seterserah bunda-bunda yaaa maunya ayam apa. Asal bukan ayam kampus ajah, bun *eeeh?. Kalau gue pribadi lebih senang sama ayam kampung.

Ayam kampung yang setelah bersih, dipanggang sampai ayamnya berubah kekuningan. Fungsinya? Supaya ayamnya gak amis dan mengeluarkan wangi yang aaaaaah, susah jelasinnya nih jenis wanginya cemmana. Pokoknya biar wangi, sudah.

  • Srei
  • Jahe sejempol (Geprek)
  • Lengkuas sejempol (Geprek)
  • Daun salam
  • Bawang merah-putih teruslaaaaah kau berkibar. Cukup konsernya, bund.
  • Daun Kedondong hutan

Nah, karena daun inilah sehingga namanya kakolo. Kakolo itu kalau dalam bahasa Raha artinya asam, kecut nikmat gitu-lah. Bukan asam yang untuk masak ikan, bukan. Jenis keasaman yang berbeda. Berbeda pula dengan asamnya bau keringat. Beda jauuuuh.

Daun kedondong hutan biasa disebut dengan daun gholo. Supaya gak penasaran, berikut bentukannya.

Pohonnya rada tinggi juga, sehingga untuk mendapatkannya, gue jebak bapaknya Ucupyo supaya bersedia menjadi alat untuk mendapatkan daun gholo *autosungkem*.

Cari daun yang masih muda. Agar rasanya gurih dan fresh. Daun yang sudah tua juga tak apa sih, tapi bagusan daun muda.

Tunggu. Apa tadi gue bilang? Daun muda? D-a-u-n-m-u-d-a? Aduuuh.

*ketokketoktanah*

Mari abaikan persoalan daun muda, mari lanjutkan resepnya memasak ayam kakolo. Setelah bahan lengkap, kita memasak ayam kakolo. Caranya gampang banget.

  • Masukkan ayam yang sudah bersih ke dalam panci.

Gue pribadi prefer pake presto. Ayam kampung itukan dagingnya alot, bun. Biar daging ayamnya empuk, gue masak pake presto sekitaran 30 menit.

  • Masukkan segala bahan lainnya, seperti duo bawang, srei, jahe, lengkuas, daun salam KECUALI DAUN KEDONDONG HUTAN.
  • Beri air secukupnya
  • Jangan lupa garam dan kaldu ayam
  • Masak deh
  • Setelah ayam empuk yaaaa, kurang lebih 30 menit, baru deh masukin daun kedondong hutannya.

Se easy itu. Banyak versi dalam memasak ayam kakolo. Ada yang bebawangan ditumis dulu. Ada pula yang 2x masak, i mean, masak ayamnya dulu hingga keluar minyak-minyaknya ayam baru deh masak ayam yang sesungguhnya. Ada pula yang bahannya menambahkan item cabe merah and so on so on.

Tetapi gue sukanya yang alamiah tanpa ada unsur minyak *ciyeeeh yang diet ciyeeh*. Cemplung-cemplung, masak, jadi deh.

                             

Dari ekspresi Ucupyo sudah jelas gimana rasa ayam kakolo emaknya, hohoho.

Salam
Raya Makyus.
(Visited 12 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: