0

Review Novel All That Is Lost Between Us

Sebelas tahun lalu, Bee meminta Bas untuk pergi.

Dokter ahli bedah pediatri tersebut pindah dari kota ke kota, bekerja di berbagai rumah sakit, sebelum berakhir di klinink sederhana di kota kecil pedalaman Australia. Di sana, Bas akhirnya memutuskan berhenti berlari, kembali ke Melbourne, dan memulai segalanya dari awal.

Di sisi lain, Bee menenggelamkan diri dalam pekerjaannya sebagai dokter Unit Gawat Darurat dengan segala kekacauannya. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Bas di rumah sakit tempatnya bekerja. Bee tak punya rencana untuk hidup di masa lalu; baginya, kesalahan besar yang mereka perbuat sebelas tahun silam sudah cukup menghancurkan hidup mereka.

Kini, keduanya berada di tempat mereka bermula. Semuanya tergantung mereka – apakah lebih baik meninggalkan rasa yang terkubur di masa lalu itu dalam-dalam, atau justru cinta berhak mendapatkan kesempatan kedua.

Penulis    : Winna Efendi

Penerbit  : PT. Gramedia Pustaka Umum

Gendre    : Romantis

Halaman : 304

Tahun      : 2021

*****

♥ Perasaan, Pilihan, Keputusan. Mereka hal-hal rumit yang pernah ada ♥

Winna Efendi menulis kisah Bee dan Bas dalam karakter yang kuat dalam all that is lost between us. Penokohannya kuat. Dalam 1 bab kita bisa melihat kisah Bee dan Bas dalam masa lalu dan masa kini. Transisi waktu yang penulis narasikan sangatlah smooth sehingga kita tidak bingung ketika sedang membaca kisah mereka terflashback ke masa lalu.

Untuk pertama kali membaca karya Winna Efendi dan langsung jatuh cinta setelah melumat habis 304 halaman dalam sekali duduk. Kisah yang dituliskannya menarik dan penuturannya mengalir seperti air. Tentang luka dimasa lalu dan harapan untuk kesempatan kedua.

Menurutku kisahnya klise dan banyak ditemukan di novel-novel romansa lainnya. Endingnya pun ketabak tapi tetap karena penuturannya yang menarik sehingga enak dibaca sampai akhir.

Bas dan Bee pernah bahagia bersama 11 tahun silam. Kemudian terpisah karena kesalahan fatal yang mereka lakukan lalu sama-sama belum siap untuk bertanggung jawab. Setelah perpisahan tersebut mereka bertemu. Sama-sama masih saling mencintai namun lebih mencari definisi bahagia. Apa arti kebahagiaan itu? Hidup bahagia dengan siapa? Dan bagaimana caranya kebahagiaan itu diperoleh?

Kisahnya sweet banget pokoknya. Aku dibikin senyum-senyum sendiri kayak orang kasmaran. Lalu tiba-tiba nangis tersedu-sedu kayak beneran orang yang patah hati. Gila sih penulisnya, bikin perasaan kita sebagai pembaca ikut serta masuk ke dalam penokohan Bee dan Bas.

#Settingan

Pernah nonton drama Korea dengan setingan rumah sakit? Seperti Hospital Playlist atau Dr. Kim? Nah kurang lebih seperti tontananku tentang drama rumah sakit tervisualisasikan lewat teks dalam novel ini.

Latar belakang ceritanya gak menmaen sih menurutku. Penulisnya pasti banyak melakukan riset mendalam tentangnya. Berlatar belakang tentang rumah sakit, pembedahan, dokter UGD, dokter spesialis, semua dikemas dengan baik. Pun penggunaan istilah dalam kedokteran dijelaskan dengan sangat baik.

***

Ada 2 halaman yang bikin aku berkesan selama membaca novel ini. Berasa mendapatkan pengetahuan baru. Mendadak pintar ajah gitu dan langsung tiba-tiba mengingat kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami orang tuanya Gala. Loh? Iya, otakku secepat itu langsung ikut-ikutan merekonstruksi kejadian nahas itu, ckckckck. Apa sajakah kedua halaman itu?

Pertama, halaman 137 ketika dokter Sebastian menjelaskan tentang virus flu. Masih ingat tulisanku sebelumnya, dimana aku sedang terkena flu? Pada halaman ini aku banyak mendapatkan informasi. Virus influenza bisa hidup selama 48 jam pada permukaan anti poros, 12 jam pada pakaian dan tisu. Mereka aktif selama seminggu dalam suhu ruang, bahkan lebih lama di bawah temperatur beku.

Lalu pada halaman 140 ketika potongan kisah tentang meninggalnya orang tua dokter Sebastian karena kecelakaan. Begini bunyinya, ketika seseorang mengalami tabrakan berkecepatan tinggi, kemungkinan besar yang terjadi adalah patah tulang rusuk yang berpotensi menusuk organ jantung dan paru.

Kerusakan organ vital yang menyebabkan pendarahan, cedera otak karena tempurung kepala yang pecah atau kematian akibat sepsis dari cairan empedu yang memasuki rongga dada.

***

Dalam novel ini ada beberapa karakter yang tak kalah penting menurutku dan ikut andil membuat novel ini enak dibaca. Aku paling suka sama penokohan Harvey, sahabat Bee. Dalam real life kalau ada sahabat yang benar-benar selalu ada disaat kita susah dan senang, rejeki banget itu. Wajib dilestarikan.

Tokoh Harvey dalam novel all that is lost between us adalah salah satu contoh bagi Bee dalam mendefinisikan makna bahagia yang sesungguhnya. Mmm, bukan kiblat sih, tetapi dengan melihat perjuangan Harvey untuk survive memperhatankan kebahagiaanya menjadikan Bee lebih dewasa dalam menyikapi proses CLBKannya sama Bas. Dan mencari jawaban apakah ia akan bahagia bersama Sebastian?

Keseluruhan ceritanya pun berakhir dengan hangat, membuatku turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua karakter utamanya. Semoga ke depannya Winna Efendi terus menerbitkan karya-karya yang bisa terus menginspirasi pembaca 🙂

Do one thing every day that scares you. fall in love with all your heart. trust again. and most of all, live. just live

Aku kasih bintang 4 dari 5. Layak dan recomended untuk dibaca 🙂

(Visited 8 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: