Kelihatan banget-kan siapa yang gagal moveon :D
Susah Moveov Karena Kehilangan Orang Tercinta? Berikut 5 Tips Mengatasi Duka Cita
Susah Moveov Karena Kehilangan Orang Tercinta? Berikut 5 Tips Mengatasi Duka Cita

Susah Moveon Karena Kehilangan Orang Tercinta? Berikut 5 Tips Mengatasi Duka Cita

Agak gimana sebenarnya perasaan gue ketika menemukan ide untuk menuliskan sesuatu yang gue sendiri antara yakin dan enggak mau ngasih tips untuk mengatasi duka cita karena kehilangan orang yang kita cintai. Karena gue sendiri masih dalam tahap belajar. Belajar untuk moveon. Belajar untuk ikhlas.

Karena begitu larut dalam kesedihan, mengantarkan gue berkenalan dengan buku-buku maupun jurnal yang berhubugan dengan psikologi. Sehingga gue mencoba menuliskan tips mengatasi duka cinta untuk membantu teman-teman sekalian yang sedang sedih karena kehilangan seseorang atau apapun itu. Yuks kita sama-sama belajar. Belajar ikhlas menerima takdir Allah.

“Moveon~lah. Terimalah takdir Allah kalau mamamu sudah meninggal. Mau sampai kapan berduka terus?”

Gue pernah mendapati nasehat seperti itu. Bukannya menerima, gue malah julid dan ‘eeeeeeeeh lo ngomong apa barusan? Sampai kapan berduka terus? Mentang-mentang mama lo masih hidup’. Memangnya kenapa kalau kami yang ditinggalkan ini berduka terus? Apa gara-gara berduka itu sehingga hujan gak ada henti-hentinya? Karena perasaan kami terpaut pada langit Kota Kendari?

APAKAH PERASAAN BERDUKA ITU SALAH?

Merasa berduka atas kehilangan orang yang kita cintai, sah-sah saja kok. Normal-normal saja. Tidak ada aturan yang melarang. Karena berduka merupakan respon emosi yang diekspresikan terhadap kehilangan yang dimanifestasikan dengan adanya perasaan sedih, gelisah, cemas, sudah tidur dan lain sebagainya.

Berduka bukan hanya terbatas pada apa yang kita rasakan, mencakup juga dengan apa yang kita pikirkan, apa yang kita kehendaki serta apa yang kita lakukan.

Berduka karena kehilangan seseorang yang kita cintai adalah sebuah keadaan individu yang berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada menjadi tidak ada. Misalnya nih kayak kasus gue yang kehilangan mama, biasanya setiap hari menelepon atau mengunjungi mama lalu saling bercerita, kini keadaannya berbeda.

Semua orang pasti pernah merasakan yang namanya berduka. Sejak kita lahir pun, kita sudah berduka karena mengalami kehilangan dan kembali mengalaminya lagi walaupun dalam bentuk yang berbeda. Berduka tidak selamanya soal kehilangan kan? Dan kehilangan itu sendiri tidak selamanya perkara meninggal.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang berduka

Seperti yang gue sampaikan pada paragraf sebelumnya, berduka tidak melulu soal seseorang yang meninggal. Ada banyak hal yang mempengaruhi atau menyebabkan seseorang berduka. Antara lain :

Kehilangan Aspek Fisik

Kehilangan pada aspek ini contohnya kehilangan anggota tubuh akibat amputasi. Bisa juga kehilangan fungsi anggota tubuh karena cacat dan sejenisnya.

Kehilangan Aspek Keselamatan

Pada aspek ini biasanya contohnya kekerasan dalam rumah tangga -KDRT- atau kekerasan umum lainnya.

Kehilangan Aspek Keamanan dan Rasa Memiliki

Kehilangan aspek ini merupakan yang paling sering dialami oleh individu. Contohnya adalah kehilangan orang yang kita cintai karena kematian atau perceraian.

Kehilangan Aspek Harga Diri

Kehilangan ini terjadi karena berubahnya cara menghargai individu dalam pekerjaan dan perubahan hubungan.

Kehilangan Aspek Aktualisasi Diri

Kehilangan ini terjadi karena seseorang menemui hambatan dalam upaya mencapai tujuan.

Dari kelima penyebab seseorang berduka yang paling ngena adalah kehilangan aspek rasa memiliki. Perlu kita yakini bersama, bahwa kita hidup ini gak membawa apa-apa, harta apalagi. Semua hanya titipan Allah.

Selama ini gue, bokap dan adik-adik terlalu percaya diri bahwa mama adalah milik kami seutuhnya. Apalagi bokap, beugh… gak usah ditanya lagi deh. Hingga saat ini beliau yang paling gagal moveon.

Kelihatan banget-kan siapa yang gagal moveon 😀

Sehingga ketika mama (semoga Allah merahmatiNya) Allah ambil kembali menghadap ke sisiNya, kami semua berduka dan kehilangan. kehilangan yang tak jelas kemana arahnya. Kehilangan yang menyakitkan sih kalau bagi gue.

Apabila selama ini ruang itu -ruang hati dan jiwa- berisikan mama dan suaminya, kini seakan menguap entah kemana ruang itu. Ketika gue memaksakan diri untuk menyentuhnya, semakin sakit hati gue. Oke, ruangan itu tetap ada, isinya adalah bokap lu. Oke!. Namun, beda banget rasanya ruangan itu isinya ada mama dengan tidak ada mama.

Well well well snap snap snap, sedih-sedihnya udahan yaaaaa, hahaha

Sedih boleh saja tapi….

Stress yang gak boleh. Kenapa bisa stres? Karena sedihnya kelamaan dan terlalu mendalam sehingga mengubah kondisi kesehatan seseorang, baik secara biologis maupun patalogis.

Rasa duka yang mendalam tentunya dapat mengganggu tubuh secara keseluruhan, impact dari tidak dapat mengendalikan stress akibat kehilangan orang tercinta.

Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara kesedihan mendalam dengan risiko hipertensi, gangguan jantung bahkan gangguan kekebalan tubuh. Aduuuuuuh. Serem banget kan?

Akhir-akhir ini, bokap gue rutin mengunjungi rumah sakit jiwa. Bertemu psikiater yang sebelumnya adalah dokter mama. Dokter yang sudah tiga tahun menangani kecemasan mama. Gejala kecemasan mulai menyerang bokap. Salah satu cirinya adalah bokap yang gak ada sejarahnya memiliki penyakit hipertensi, kini menjadi penderita hipertensi.

Bokap yang kena kecamasan, gue ikutan parno. Iyaaaa, gue parno kalau pada akhirnya bokap mengikuti jejak mama yang pulang ke kampung akhirat, walau gue tau ayat Allah dalam QS. Ali-Imran ayat 185 menyebutkan :

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Gak tau kenapa gue parno ajah. Seharusnya gue gak perlu parno kalau meyakini ayat tersebut. Bisa saja gue yang duluan dari bokap gue atau sebaliknya.

Saking parnonya, ketika gue mengunjungi dokter ahli dalam karena kaki gue sakitnya gak sembuh-sembuh semenjak gue terserang sarampa, eeeeh gue malah diresepkan obat vitamin tulang dan obat kecemasan. Tentu setelah gue curhat habis-habisan sama si dokter.

Berkaca dari kasus tersebut, gue pelan-pelan menerima kenyataan. Meskipun berduka merupakan proses normal dialami oleh setiap orang yang mengalami kehilangan, berduka juga menjadi kondisi yang tidak normal.

Efek stress kehilangan orang tercinta jatohnya kemana-mana, say. Berikut tips dari gue dalam rangka moveon dan dapat melanjutkan kehidupan seperti sedia kala.

5 Tips Mengatasi Duka Cita Karena Kehilangan Orang Tercinta

⇒ Luapkanlah Perasaan Anda

Salah satu cara paling efektif menurut gue. Luapkanlah. Luapkan segala perasaan anda yang terpendam. Memendam perasaan dan pura-pura tegar bukanlah cara efektif mengatasi sedih karena kehilangan. Hal itu akan membuat anda semakin terluka.

Tubuh memerlukan waktu untuk benar-benar menghadapi kenyataan. Setelah mengalami shock, tubuh akan merasakan duka yang mendalam. Apalagi awal-awal ketika orang yang kita cintai benar-benar pergi untuk selamanya.

Pada waktu ini, berilah waktu dan biarkan perasaan sedih itu berkembang. Meskipun sulit, menahan dan menolak rasa sedih justru akan membuat terasa berat.

Menangislah jika itu yang anda butuhkan. Menangis sekuat tenaga. Gak usah jaim dan gak usah tahan kesedihan itu. Karena menangis dapat bermanfaat bagi fisik dan mental karena membantu melegakan hati dan perasaan.

⇒ Jangan Ragu Meminta Dukungan dari Teman dan Keluarga

Jangan ragu untuk meminta pasangan hidup kita atau orang terdekat untuk ditemani atau minta dukungan. Pokoknya yang bukan keluarga inti deh. Suami atau sahabat boleh-lah.

Bicarakan tentang kematian orang yang kita cintai membantu kita memahami dan melewati apa yang terjadi. Bicarakan rasa sedih yang anda alami. Dengan begitu anda merasa lega.

⇒ Maafkan Diri Anda

Wajar sih, bila awalnya kita tidak langsung menerima atau percaya terhadap kondisi kehilangan yang kita hadapi. Apalagi secara tiba-tiba.

Ketika kehilangan orang tercinta untuk selamanya, ada beberapa tahapan atau proses pergolakan emosi yang akan kita lalui, hingga pada tahap akhir yaitu memaafkan diri sendiri.

Salah satu yang membuat rasa berduka tak kunjung hilang adalah penyesalan karena mungkin belum bisa mewujudkan apa yang orang tua inginkan sewaktu hidup.

Bisa juga karena kita merasa kurang berbakti ketika mereka masih ada. Perasaan itu pasti ada. Olehnya, maafkanlah diri anda. Setelahnya,jangan lupa putus selagi kita masih hidup untuk selalu mendoakan orang tercinta.

Senantiasa berbuat baik agar pahalanya bisa mereka rasakan kendatipun kita sudah berbeda alam.

⇒ Dekatkan Diri pada Agama

Yakinilah, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini adalah misteri ilahi. Semua sudah Dia rencakan dan atur dengan sebaik mungkin. Tidak ada yang salah ataupun melenceng.

Semakin kita dekat kepada Allah sangat membantu agar stress kita tidak berkembang jauh. Kita tidak hidup sendirian, cuy, ada Allah. Allah begitu dekat dengan hambaNya dan akan mengabulkan doa yang kita panjatkan.

Karena itu, kita dapat melepas semua kecemasan dan biarkan Allah yang bekerja. Karena segala sesuatu yang sudah Ia tetapkan senantiasa ada hikmah yang baik untuk hidup kita.

⇒ Pulihkan Diri

Setelah rasa duka yang mendalam mulai mereda, cobalah cari waktu untuk memulihkan diri. Healing kita healing. Tak perlu dengan pergi liburan sih. Cukup menjalani aktivitas yang selama ini menjadi hobi. Misalnya memasak, fotografi, melukis dan banyak hal.

Memulihkan diri bukanlah tindakan yang egois ketika kita mengalami kesedihan. Sebaliknya, hal itu bisa menjadi bagian dari proses yang membantu kita merasa lebih baik secara fisik dan mental.

Allah akan mengujimu dengan apa yang paling kamu cintai dan Allah juga akan mengujimu dengan apa yang kamu takuti.

Tapi Allah tidak akan menempatkan kamu dalam situasi yang tidak bisa kamu atasi. Percayalah kepada Allah disetiap langkah dimana ada kemauan pasti selalu ada jalan.

Tawakal kepada Allah dan biarkan semua terjadi atas izinNya.

(Visited 42 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: