0

Terhantui Readability

Terhantui readability, sebuah alat pendeteksi tulisan pada post wordpress. Kenapa terhantui? Karena setiap nulis, mata gue terganggu banget sama warna readability post gue. Apalagi kalau gue lagi sekasek ngoceh tetiba readabilitynya berubah warna merah. Pecahlah konsentrasi gue.

Awalan ngeblog waktu masih nebeng nama sama worpress.com, gue ngoceh di blog suka-suka hati. Tidak peduli sama SEO dan kawanannya. Tidak terintimidasi apalagi terghosting sama readability. Tulisan gue menganut prinsip air, mengalir sampai jauh. Begitu mencoba mandiri, berdiri dengan domen sendiri, wadidaw tantangannya buwanyak ternyata, hahaha.

Tantangan terbesar gue saat ini adalah menaklukan readibility tanpa mengubah cara gue menulis. Beberapa tulisan gue kalau lagi hoki readabilitynya bagooos, centang hijau segeeer. Ada juga juga centang orens yang artinya ok tapi biasa ajah. Ada juga centang merah alias butuh perbaikan. Greget gak tuuh?

Gue udah semangat juang 4-5-6 mentransfer isi pikiran ke dalam post blog lalu melirik readibity menjatuhi gue warna orens apalagi merah, kaaan anu banget! Ngeselin ih! Jadinya gue mesti ngedit dari paragraf awal. Sialnya lagi sometimes bikin gue mengubah arah pembahasan sehingga terbaca tidak konsisten. Demi apa? Demi readability gue ijoo!

Gue ajah jadi malas baca tulisan gue sendiri apalagi reader gue yang baik hati dan tidak sombong. Ya gak? Karena keterpenasaran gue, guglinglah mengenai readability. Semua artikel yang gue baca terkait readability isinya mirip semua. Readability penting untuk meningkatkan performa blog anda!

Kenapa readability penting?

Dari hasil menimba ilmu di rumah mbah gugel, kenapa readability itu penting karena menulis bukan hanya menggabungkan fakta yang diteliti secara mendalam. Banyak orang yang menulis mengabaikan aspek penulisan yang penting.

Jadi gugel tuh maunya tulisan para blogger atau siapapun yang doyan menulis mudah dipahami pembacanya. Gugel gak mau para blogger kehilangan pembacanya karena tulisannya yang acak-acakan dan tidak rapi. Gilaaaa, segitu sayangnya gugel sama para blogger.

Fakta lapangannya banyak blogger yang tidak memperhatikan readability alias tata bacaan. Salah satu blogger tersebut adalah gue, hahaha. Kalau kata guru blogger gue “ealaaaah ngapain lu pusing ama keterbacaannya sih? yang penting seo elu udah centang ijo, abaikan saja. Persoalan elu punya pembaca atau tidak itu masalah rejeki dan selera pembaca elu“.

Susahnya menaklukan readability sama kayak lagi menyusun karya ilmiah. Sama kayak lagi nyusun skripsi. Readbilitynya terjaga agar tak ada kata berulang. Gue pikir dengan selesainya gue nyusun sukripsi, gak bakalan puyeng lagi menyusun tulisan yang menganut piramida terbalik. Eeeeh kejadian berulang! wkwkwkwk.

Gimana caranya agar readability centang hijau?

# Membuat kalimat pendek

Biasanya orang kalau nulis dalam satu paragraf tuh isinya panjang. Nah, tools yeost seo yang di dalamnya ada readability gak mau hal itu terjadi. Karena biasanya kalimat panjang terkesan bertele-tele dan tidak tepat sasaran. Diih, apa kabar gue yang doyan tulisan panjang x lebar dalam 1 paragraf? hahaha.

# Anti Kalimat Pasif

Terakhir kali mempelajari kalimat pasif dan aktif saat mengenakan seragam putih abu-abu. Kini, gue mulai mencari tau kalimat aktif yang seperti apa pun dengan kalimat pasif. Semua itu demi apa? Demi readability post gue centang ijo.

Kalimat pasif adalah kalimat yang menggunakan kata kerja pasif. Biasanya ditandai dengan penggunaan imbuhan –di. Misalnya, artikel ini di tulis oleh raya. Seharusnya kalimat yang bagusnya tuh Raya menulis artikel.

PR banget deh kalimat aktif dan pasif ini. Ampe gue pen buka kembali buku pelajaran bahasa indonesia. Pen belajar menyusun kalimat aktif dan pasif. Pen belajar membuat artikel dengan baik dan benar. Selama sekolah dulu gue ngapain siiiiih? Tuhaaan…

# Tulisan Mengandung Keyword

Sebacrit apapun tulisan lo, pastikan tulisan lo mengandung keyword yang terhubung dengan apa yang ingin elu tuliskan. Sisipkan! Dengan begitu readability akan tersentuh dengan tulisan elu karena serasi, selaras dan seimbang antara paragraf. Gugel ngerti kemana arah tulisan lu.

readability centang merah

readability centang merah

Contoh post blog gue yang readabilitynya centang merah. Artinya apa? Butuh perbaikan. Karena menurut si tool, tulisan gue acak adut and too much drama, maybe. Begitu mau gue edit tulisannya supaya readabilitynya centang ijo, eh gue bingung mau mulai dari mana, hahaha. Ya udin gue say good bye!

Menariknya, tulisan gue yang masuk kategori popular post (ciyeeeeeh populer post), readabilitynya orens dan merah, wkwkwk. Bingunglah gue. Saking desperatenya gue sama readability, beberapa tulisan yang centang merah gue hapus. Apakah gue blogger perfectionis?

Kesimpulannya adalah kembalikan ke hakikat elu menulis itu apa? Apakah elu mau tulisan elu masuk dalam top one halaman gugel? Ataukah tulisan elu mau banyak pengunjungnya? Atau elu menulis untuk ngebacrit doang? Semua kembalikan ke hakikat kenapa elu menulis?

Kalau gue pribadi, menulis blog untuk havefun. Mungkin menurut gugel tulisan elu acak adut, belum tentu menurut orang lain. Olehnya, menulislah agar tulisan itu bermanfaat bagi orang lain dan hempaskan bayangan menakutkan dari readability. Wokeeeeh?

Uhuuuuuy centang ijo, tapi…. eeeeh?

(Visited 9 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: