5

Tudung Nasi Ajaib

Ini adalah kisah, tentang tudung nasi ajaib!

Tudung Nasi Ajaib

*diiringi lolongan anjing*

Mungkin ini kaliii ya yang disebut baby blues? Keadaan rerata dialami oleh buibuk muda yang pertama kali habis berjuang mengeluarkan anak dari rahim mereka. Sama seperti yang gue rasakan, ketika habis melahirkan parnonya luar biasa. Biasanya jika anak menangis, gue pun ikutan menangis tanpa ada penyebab. Apalagi anak gue jenis anak yang kalau menangis, jeritannya kayak habis telan TOA. Rumah orang tua gue-kan blok A tuh ceritanya, jejeritannya terdengar hingga ke blok K. Radius 1 km itu mah!

ucupyo mewek

Baca : Pengalaman Melahirkan Anak Pertama Secara Normal

Lalu, karena cuti melahirkan gue yang nyaris 4 bulan dan keseringan nonton sinetron tentang anak yang tertukar di rumah sakit, akhirnya isi otak gue tuh berbagai prasangka jika anak yang kehidupannya bersumber dari gue adalah anak orang lain.

Ketika ia sedang tertidur nyenyak, gue pandangin wajahnya lekat-lekat, lalu gue ngaca, lalu gue pandangin lagi, gue ngaca lagi. Gue hitung bulu alis gue banyaknya berapa gram, ngaca lagi, gue hitung pula bulu alis anak gue, sama kayak buibuk stress yang mikirin harga sembako meroket ke angkasa.

Bukan hanya itu, gue amati bentuk tubuhnya, adakah yang berbeda dari bentuk tubuh gue atau lakik gue. 3 bulanan kerjaan gue mengobservasi. Katanya kan, kalau anak itu ketemu sama induknya, sekencang apapun tangisannya pasti langsung mingkem pas di gendong induknya.

ucupyo 3 bulan

Masalahnya, hal tersebut tidak berlaku ke anak gue. Semakin gue gendong semakin ia meronta-meronta ganas, nanti di gendong bapaknya baru diam, sementara makanan yang ia peroleh langsung dari gue. Masih bayi ajah udah pilih kasih! hahaha.

ucupyo baru lahir

Tapi punya tapi kata kerabat, si Ucupyo itu mengambil garis wajah gue. Alisnya bagaikan ulat bulu yang hangus karena kesengat alisan listrik, misalnya. Rapi dan menawan. Hidungnya dari samping bagaikan perpaduan hidung Syakhrukh Khan dan Akshay Kumar, tinggi hidungnyanya menjulang sama kayak heels gue tapi kalau di lihat dari depan, TOMATO!

***

Makin kesini, keraguan gue tentang anak yang tertukar dari rumah sakit makin terkikis. Terbukti beberapa perilaku yang anak gue tunjukkan. Komentar dari pihak bapaknya biasanya ngomong kayak gini :

“Ucup ini ngambil siapa sih gayanya petakilan begini? Bapaknya dulu memang nakal waktu kecil, tapi ndak kayak begini sekali!”

Sementara di keluarga gue, bapak ataupun mamak ataupun saudara bapak dan mamak, komentarnya begini :

“Bokhaaaaamaaaaa, kayak Raya masih kecil. Banyak tingkah. Raya dulu kan istirahatnya cuma kalau tidur. Selebihnya gayanya banyak!”

Bokhama istilah dalam bahasa Kendari yang artinya ‘OMG’

Karena ingatan gue jaman kecil dulu timbul tenggelam, jadinya gue gak bisa menyanggah tuduhan yang tanpa bukti itu. Lageee, jaman dulu kagak ada smartphone atau kamera untuk mengabadikan how petakilannya gue jaman dulu. Berdasarkan rekaman masa lalu, gue kayaknya anaknya diam ajah.

Makin kesini lagi, selain wajah Ucupyo yang memang mengadopsi irisan wajah gue, talenta, sikap/perilaku, makanan kesukaan makin menunjukkan kalau Ucupyo itu ‘like son like mother’! wkwkwkwk

***

Tudung Nasi Ajaib

Jaman gue kecil dulu, tudung nasi gue jadiin setir mobil. Ceritanya gue membelah kota Kendari dengan kemacetan yang bagaikan semut sedang pawai memikul makanan. Sama sekali kagak ada dalam pikiran bahwa gue menjadikan tudung nasi sebagai rumah. Siput kaliiik!

Namun berbeda dengan imajinasi anak gue. Sebelum melakukan aksinya, beberapa kali ia memandang tutupan nasi dengan seksama. Setiap hari. Mungkin pikirannya, kalau makanan bisa ketutup dari bahaya kecoak dan lalat, kenapa tutup nasi tidak bisa melindunginya dari bahaya tersebut?

Hingga di suatu malam. Gue dibikin merinding oleh tudung nasi yang bergerak-gerak sendiri di atas tempat tidur. Oh well, gue anaknya super duper penakut! Semenjak bapak gue yang sakti mandra guna-guna itu pernah mengobati kasus ‘kerasukan’ ampe jinnya mungkin masih nangkring di sekitaran rumah saat itu dan gue ikut membantu menindihkan al qur’an ke wajah si pasien kerarusakan itu. Dan setelahnya mata gue mulai TEMBUS PANDANG melihat makhluk abstrak, disaat itu pula gue mulai penakut!

I dunno why pastinya, karena semenjak kejadian itu, gue sering merinding jika sendirian. Beda banget auranya ketika di sekitaran gue banyak makhluk-makhluk abstrak dengan makhluk-makhluk yang biasa saja. Apalagi di tempat yang gelap. Jika mereka ada, rasanya badan gue tersedot oleh sesuatu yang hingga kini masih menjadi misteri.

Back to topic ya, sepertinya bulu kuduk kalian mulai merinding! hahahaha.

Ucupyo bersembunyi dalam tudung nasi di kamar yang agak jauh dari ruang tamu. Ketika melihat tudung nasi bergerak-gerak, gue menjerit dong! “ADA SETAAAAAAAAAAAAAAAN”!

Mendengar jeritan gue, seisi rumah berlari menuju kamar belakang. Rasanya pengeeeen banget gue jitak pala Ucupyo pas tau ternyata dia yang ada di dalam tudung nasi yang bergerak-gerak. Seisi rumah ketawa ngakak. Sementara gue pucat pasi karena gue pikir ada makhluk abstrak yang lagi pengen maen sama gue! Kacaau!

Terus Ucupyo minta divideoin hasil kreatifitasnya yang mbikin mamaknya hampir jantungan! Dasar anak ibu Raya! hahaha.

Salam,
Raya Makyus.
(Visited 24 times, 1 visits today)
%d blogger menyukai ini: